Politik Pemerintahan

Bawaslu Sampang Kebanjiran Laporan Pelanggaran Pemilu 2019

Sampang (beritajatim.com) – Selama Pilpres, Pemilu DPD, DPR RI, DPR Provinsi dan DPRD 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sampang menerima 29 laporan dugaan pelangaran Pemilu. Bahkan, satu kasus sudah memasuki tahapan vonis di Pengadilan Negeri (PN) setempat.

“Adapun sisanya sudah kami tindaklanjuti. Diantaranya 10 laporan masuk pelanggaran administrasi, 12 laporan tidak memenuhi sarat materiil dan formil dan sisanya masuk pelanggaran etik,” terang Yunus, Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sampang, Rabu (29/5/2019).

Lebih lanjut Yunus mengatakan, berdasarkan data hingga saat ini ada dua caleg yang melakukan permohonan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), diantarannya calon legislatif DPRD Kabupaten Sampang atas nama Faisal dari partai Golkar dan calon legislatif DPRD Provinsi Jawa Timur atas nama Faizin dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sementara yang telah divonis oleh PN yakni terdakwa Yusuf dan Ramadhan pembawa kabur kotak suara di TPS 13 Desa Bapelle, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang saat pemilu 2019. Mereka divonis 6 bulan dan 8 bulan penjara dengan denda Rp 50 juta oleh ketua majelis hakim I gede Perwata dalam sidang yang digelar di kantor PN Selasa kemarin. [sar/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar