Politik Pemerintahan

Bawaslu Pamekasan Temukan 65 Pelanggaran Selama 15 Hari Terakhir

Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan, Abdullah Saidi menemukan sebanyak 65 jenis pelanggaran pemilu dalam kurun waktu 15 hari terakhir, terhitung sejak 1 hingga 15 Januari 2019.

Bahkan dalam kurun waktu tersebut, Bawaslu juga menertibkan sebanyak 200 Alat Peraga Kampanye (APK) peserta pemilu yang akan digelar serentak 17 April 2019 mendatang. “Angka pelanggaran cukup tinggi, khususnya selama Januari 2019,” kata Abdullah Saidi, Rabu (16/1/2019).

Banyaknya pelanggaran tersebut terjadi akibat banyaknya peserta pemilu, baik personal calon Legislatif maupun partai politik (parpol) pengusung terbilang acuh tak acuh dan tetap menabrak regulasi dan perundang-undangan yang berlaku.

“Sebenarnya kami bersama jajaran terkait intens sosialisasikan Peraturan KPU, salah satunya terkait APK. Hanya saja masih banyak yang melanggar dan terkesan mokong,” ungkap pria yang akrab disapa Saidi.

Dari itu pihaknya mengimbau agar peserta pemilu, baik para caleg ataupun parpol peserta pemilu agar mematuhi regulasi. “Tentu dengan harapan pelaksanaan pemilu kali ini berlangsung kondusif, berintegritas dan bermartabat,” harapnya.

Sebelumnya salah satu parpol peserta pemilu, yakni Partai Bulan Bintang (PBB) menilai kinerja Bawaslu Pamekasan, tidak profesional karena cenderung membiarkan beberapa APK Caleg yang terpasang di zona terlarang.

Terlebih pembuatan tersebut dilakukan karena APK yang terpajang di area terlarang, merupakan caleg dari parpol pemenang pemilu dalam momentum Pilkada serentak, beberapa waktu lalu. Sementara APK caleg lain ditertibkan secara merata. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar