Politik Pemerintahan

Bawaslu Pamekasan Rekomendasikan PSU di 2 TPS Kadur

Pamekasan (beritajatim.com) – Bawaslu Pamekasan merekomendasikan KPU setempat, agar mengusulkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) berbeda di kecamatan Kadur.

Rekomendasi tersebut diberikan menyusul adanya laporan dugaan penyimpangan pemilu di dua TPS berbeda di kecamatan Kadur, yakni di TPS 25 dan 26. Laporan tersebut disampaikan massa pendukung salah satu Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan.

“Kami rekomendasikan KPU Pamekasan, agar dua TPS di Kecamatan Kadur, yakni di TPS 25 dan 26 untuk dilakukan pemungutan suara ulang atau PSU,” kata Ketua Bawaslu Pamekasan, Abdullah Saidi, Sabtu (11/5/2019).

Hanya saja rekomendasi yang dinerikan kepada KPU tersebut, nantinya harus diusulkan melalui MK. “Seperti kita ketahui bersama, tahapan PSU sudah lewat dari masa 10 hari pasca hari H pemilihan. Sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan, harus diusulkan ke MK,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, mengacu pada hasil pengecekan yang dilakukan instansi yang dipimpinnya. Hasilnya dugaan kecurangan di dua TPS tersebut memang layak kembali digelar PSU. “Maka dari itu, kami merekomendasikan KPU Pamekasan untuk mengusulkan PSU ke MK,” tegasnya.

Seperti diketahui, rekomendasi tersebut akhirnya diberikan menyusul aksi massa pendukung caleg parpol berlogo Kabah ke Kantor Bawaslu Pamekasan di Jl Segara, selama tiga hari tiga malam.

Bahkan massa juga bertahan di depan Kantor Bawaslu, dalam waktu yang relatif lama. Mereka bertahan hingga mendapat kepastian dari pihak Bawaslu, terlebih dalam beberapa hari terakhir, komisioner Bawaslu masih menghadiri proses rekapitulasi di tingkat provinsi. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar