Politik Pemerintahan

Bawaslu Pamekasan Klaim Maksimal Awasi Netralitas ASN

Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Bawaslu Pamekasan, Abdullah Saidi mengaku sudah melakukan proses pengawasan terhadap netralitas Aparatur Sipil Negera (ASN) maupun perangkat desa untuk pelaksanaan Pemilu 2019.

Terlebih pihaknya juga intens melakukan pengawasan, salah satunya termasuk sosialisasi Tindak Pidana Pemilu untuk ASN dan Perangkat Desa yang digelar di Ruang Rapat PKP-RI Jl Kemuning, Pamekasan, Kamis (14/3/2019) lalu.

Selain itu dalam kegiatan tersebut, pihaknya juga menghadirkan Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Moh Ikhwanuddin Alfianto yang diplot sebagai pemateri tunggal dalam kegiatan yang dihadiri para ASN dan perangkat desa yang terlibat di 13 kecamatan yang berbeda di tempat berslogan Bumi Gerbang Salam.

“Sejauh ini jenis yang menentang ASN juga perangkat desa di Pamekasan, belum ada yang disetujui atau tidak netral dalam pelaksanaan pemilu,” kata Ketua Bawaslu Pamekasan, Abdullah Saidi, Jum’at (22/3/2019).

Tidak hanya itu, pihaknya juga berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan demi melaksanakan pesta demokrasi yang berkualitas dan bermartabat. “Jika ada ASN atau otoritas desa yang disetujui, mereka akan tetap dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Sebelumnya pihak juga menerima perwakilan dari Forum Ulama dan Habaib Pamekasan, yang menggelar audiensi ke Kantor Bawaslu di Jl Segera, menindak lanjuti mengenai informasi jika penyelenggaraan pemilu tidak aman dan mendukung salah satu pasangan calon tertentu.

“Jadi sebelum audiensi (dari Forum Ulama dan Habaib), kami sudah menggelar sosialisasi dengan mengundang para aparat desa, camat se Pamekasan, termasuk juga para ASN. Karena jika tidak sesuai, konsekuensinya,” jelasnya.

Yang dimaksud dengan pihak ini belum mendapat laporan atau menemukan ASN yang terlibat dalam politik praktis. “Untuk sementara di Pamekasan belum kami terima kabar seperti yang disampaikan Forum Ulama dan Habaib, jadi saat ini hanya masalah saja dan belum ada bukti konkrit,” pungkasnya. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar