Politik Pemerintahan

Bawaslu Kota Mojokerto Klaim Kota Mojokerto Bersih dari APK

Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mojokerto mengklaim jika tidak ada lagi Alat Peraga Kampaye (APK) bertebaran di Kota Mojokerto. Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Kota Mojokerto, Ulil Absor, Selasa (16/4/2019).

“Saya kira sudah tidak ada. Jika memang masih ada, saya meminta bantuan kepada masyarakat untuk melaporkan ke kami agar kami bisa menindaklanjuti. APK-APK tersebut mayoritas diturunkan Satpol PP dan Bawaslu,” ungkapnya.

Bawaslu Kota Mojokerto menghimbau H-1 coblosan, jika menemukan APK di Kota Mojokerto agar dilaporkan karena pihaknya mengakui jumlah personil yang terbatas. Menurutnya, sebelumnya banyak yang menyampaikan ke media sosial (medsos) adanya APK, hal tersebut langsung ditindaklanjuti.

“Kemarin banyak yang memberitahu lewat medsos dan langsung kita tindaklanjuti. Untuk hari ini, kami optimis sudah tidak ada APK bertebaran di Kota Mojokerto karena sebelumnya kami sudah memberikan surat himbauan kepada peserta Pemilu,” ujarnya.

Masih kata Ulil, pihaknya sudah mengirim surat Himbauan kepada para peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 agar menurunkan APK. Surat Himbauan tersebut dikirim Bawaslu Kota Mojokerto pada, Rabu (10/5/201) pekan lalu. Namun hanya sedikit peserta Pemilu yang menurunkan APK nya sendiri.

“Ada tapi hanya sebagian kecil saja yang menurunkan. Karena APK bentuk permanen, mereka memasang menggunakan jasa sehingga saat menurunkan juga menggunakan jasa. Ini yang menjadi alasan mereka, apalagi yang di pasang di atas pohon,” katanya.

Ulil menjelaskan, APK bentuk billboard yang paling susah diturunkan karena harus menggunakan mobil crane dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Mojokerto. Saat ini, ribuan APK yang ditertibakan ada di kantor Bawaslu Kota Mojokerto.

“Setelah pemilu, misal ada peserta Pemilu yang menginginkan APK tersebut, silahkan diambil tapi harus dilampirkan surat pernyataan. Namun melihat kondisinya, rata-rata sudah tidak utuh lagi karena SDM kita terbatas katena target hari tengah bersih. Jadi penertiban dilakukan sedapatnya,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar