Politik Pemerintahan

Bawaslu: Jelang Pileg dan Pilpres Sampang Kategori Rawan

Sampang (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Baawaslu) Kabupaten Sampang, memperluas daerah penyebaran kerawanan hingga 14 Kecamatan untuk pelaksanaan Pileg dan Pilpres yang akan digelar pada April 2019 mendatang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sampang, Insiatun menjelaskan, untuk indeks kerawanan pemilu bukan hanya dari demografi dan geografisnya saja melainkan ada 16 indikator yang menjadi perioritas semisal salah satunya penempatan logistik di tempat netral.

“Semua wilayah di Sampang masuk ketegori rawan. Cuma bagaimana KPU-Bawaslu melakukan sosialisasi ke tingkat bawah,” ucapnya, Selasa (12/2/2019).

Lanjut Insiatun untuk menghindari terulang kembalinya pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di wilayahnya dari keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), pihaknya mengaku telah melakukan sosilaisasi dan merangkul berbagai elemen seperti elemen perempuan, OKP dan OKM, Pramuka serta pemilih Milenial.

“Karena pemilih milenial masih belum terkontaminasi dengan politik. Jadi tidak ada indikasi mereka menjual belikan suara,” ujarnya.

Namun demikian, Insiatun menyatakan, apabila tatalaksananya tidak sesuai dengan regulasi pada UU No 7 Tahun 2017 sebagaimana prosedur yang diatur, maka pihaknya tidak memungkiri akan kemungkinan terjadinya PSU.

“Kalau perlu ada penghitungan suara ulang, dalam satu hari kami rekomendasikan untuk dihitung ulang di TPS tersebut,” tegasnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya daerah rawan kecurangan Pemilu di Kabupaten Sampang hanya meliputi kecamatan di daerah Pantura, seperti Ketapang, Banyuates, Sokobanah, Torju serta Kecamatan Camplong.[sar/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar