Politik Pemerintahan

Bawaslu Gresik Selidiki Dugaan Perangkat Desa Terlibat Kampanye

Gresik (beritajatim.com)- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gresik, menyelidiki dugaan perangkat desa di Kecamatan Balongpanggang terlibat kampanye.

Dalam penyelidikan itu, Bawaslu mendapat laporan ada salah satu oknum yang menyebarkan konten bermuatan kampanye di media sosial.

“Oknum perangkat desa tersebut diperiksa. Sayangnya, tidak dijelaskan secara rinci perangkat desa mana yang terlibat. Sebab, masih kami diselidiki,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Gresik Maslukin Musda, Jumat (25/01/2019).

Maslukin menambahkan, oknum perangkat desa tersebut sudah menyebarkan konten kampanye di grup WhatsApp. Menurut dia, itu melanggar aturan. Pasalnya, oknum tersebut dianggap telah terlihat dalam proses kampanye.

“Aturannya sudah jelas. Perangkat desa atau aparatur sipil negara (ASN) dilarang keras mengikuti proses kampanye. Ada sanksi yang bisa dijatuhkan iti diatur di UU nomor 7 tahun 2018 tentang pemilu. Perangkat maupun ASN yang terlibat kampanye akan dijatuhi sanksi administratif,” tambahnya.

Masih menurut Maslukin, sanksinya ada pula sanksi pidana. Aturan tersebut bisa diterapkan jika calon maupun tim kampanye terbukti mengajak perangkat atau ASN untuk ikut berkampanye. Ancaman pidananya 1 tahun kurungan dengan denda Rp 12 juta.

“Kalau terbukti sanksi dijatuhkan namun sampai saat ini kami masih mengkaji apa ada unsur pelanggaran atau tidak,” pungkasnya. (dny/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar