Politik Pemerintahan

Diduga Curang

Bawaslu Gresik Rekomendasikan Coblos Ulang di TPS 10 Dahanrejo

Gresik (beritajatim.com)- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gresik menemukan kecurangan dalam proses pemilihan umum (pemilu) serentak 17 April 2019 lalu.

Menurut Bawaslu setempat ada 7 pemilih dari luar daerah yang masuk menjadi daftar pemilih tetap (DPT) yang ikut mencoblos di TPS 10, Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Hingga kini belum diketahui siapa 7 pemilih misterius tersebut. Yang jelas Bawaslu Gresik memastikan mereka bukan dari daerah Kabupaten Gresik. Hal itu berdasarkan dari kartu identitas berupa e-KTP yang disodorkan para pelaku saat hendak mencoblos.

Komisioner Bawaslu Gresik Maslukhin Musda menduga pemilih tersebut sengaja diakomodir untuk memenangkan salah satu calon. Dari laporan yang diterima, mereka tiba dengan membawa kendaraan bus.

“Data yang kami terima mereka berasal dari Kota Malang dan Kabupaten Madiun,” ujarnya, Kamis (18/04/2019).

Menurut Maslukhin, para pemilih tersebut sebenarnya bisa menggunakan hak pilihnya diluar daerah. Asal mereka menunjukkan formulir A5 yang disediakan KPU setempat.

“Karena mereka tidak membawa A5 sehingga petugas merasa bingung,” ungkapnya.

Ia menambahkan, semula petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) setempat sebenarnya sudah menghalau rombongan pemilih liar tersebut. Pasalnya, mereka tidak bisa menunjukkan surat A5. Namun, karena ada intimidasi yang sangat kuat, membuat petugas minder.

“Kami sudah memanggail Panwascam Kebomas untuk dimintai keterangan,” tambahnya.

Adanya temuan tersebut, Bawaslu Gresik merekomendasikan agar dilakukan pemilihan ulang di TPS 10 Dahanrejo. Paling lambat pencoblosan ulang tersebut sepekan setelah ditemukan kasus tersebut.

“Kami menegaskan agar melakukan pencoblosan ulang,” pungkas Maslukhin. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar