Politik Pemerintahan

Banyak Bank Sampah di Bojonegoro Mati Suri

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menjadi energi baru terbarukan masih rendah. Pasalnya banyak bank sampah yang dibentuk oleh pemerintah desa, karang taruna maupun lembaga, kondisinya mati suri.

Kepala Bidang Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Sholeh Fatoni mengatakan, sedikitnya  ada 200 bank sampah di Bojonegoro. Sebagian besar bank sampah yang mengelola sampah anorganik yang sudah mati suri itu bisa dihidupkan kembali.

“Kesadaran masyarakat masih kurang, sehingga banyak yang mati suri. Tahun ini punya target hampir 200-an bank sampah akan dihidupkan kembali,” ujarnya, Selasa (13/8/2019).

Selain itu, Fatoni mengatakan, jika bank sampah tersebut layak untuk dihidupkan kembali, maka pemerintah daerah akan memberikan subsidi. Untuk menumbuhkan kesadaran dalam mengelola sampah menjadi energi baru terbarukan ini pihaknya melakukan beberapa pendekatan kepada masyarakat, khususnya para ibu.

“Sandarannya lebih kepada ibu-ibu. Karena dari hulu sampai hilir yang mengelola sampah. Target kita membangun kesadaran mereka dulu,” ungkapnya.

Dalam membangun kesadaran tersebut, pihaknya melakukan dengan cara sosialisasi dari pengajian, PKK, serta menggandeng pengepul sampah se-kabupaten. Pengelolaan sampah menjadi energi terbarukan saat ini yang masih jalan berada di tempat pembuangan akhir (TPA) Banjarsari.

“Pengelolaan sampah di TPA ini diolah menjadi BBM jenis solar, bensin, pupuk dan gas metana. Energi dari pengolahan sampah itu sebagian besar masih digunakan untuk perawatan tanaman dan digunakan operasional petugas,” pungkasnya.

Sementara salah seorang penerima manfaat dari pengelolaan sampah berupa gas metana yakni, Harjo (50) warga Dusun Kalisari, RT 13 RW 04 Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Gas metana tersebut disalurkan ke rumahnya dengan menggunakan pipa yang bisa dimanfaatkan untuk memasak dari pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB.

“Dengan saluran gas metana ini bisa menghemat satu tabung gas elpiji 3 kilogram setiap minggunya,” jelasnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar