Politik Pemerintahan

Bambang DH ‘Magnet’ Pelantikan Pemuda Muhammadiyah Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Walikota Surabaya 2002-2010, Bambang DH memiliki kedekatan dengan semua elemen di Kota Pahlawan. Salah satunya, Muhammadiyah.

Saat masih menjabat walikota dan hingga kini, politisi PDI Perjuangan itu masih intens berkomunikasi dengan seluruh jajaran Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) berikut jajaran dan seluruh pejuang persyarikatan berikut gerakan dakwah di Jawa Timur, dan bahkan Indonesia.

Ini juga tak lepas dari posisinya saat ini sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDI Perjuangan.
Kedekatan Bambang DH dengan kader ‘Sang Surya’ itu kembali disampaikan banyak pihak ketika menghadiri pelantikan pengurus Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jatim, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (20/3/2019) malam.

Selain dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, juga dihadiri Ketua Komisi II DPR RI Zainudin Amali, Ketua PWM Jatim KH Saad Ibrahim, Ketua Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM) Sunanto, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Zainuddin Maliki, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Sukadiono, perwakilan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jatim, perwakilan partai politik dan lainnya.

Mulai Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua PWPM Jatim Dikky Syadqomullah, hingga Ketua Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM) Sunanto mengakui dan menegaskan kedekatan maupun komunikasi intens Bambang DH dengan Muhammadiyah.

“Abangda Bambang DH sejak masih menjabat Walikota Surabaya hingga kini sudah dan tetap bersama kami, Pemuda Muhammadiyah,” kata Dikky Syadqomullah. Pernyataan Dikky diamini oleh Khofifah maupun Sunanto.

Cak Nanto panggilan akrab Ketua Pemuda Muhammadiyah berharap kader pemuda Muhammadiyah dalam melakukan pilihan, memilih yang terdekat. “Seperti Mas Bambang ini,” ujarnya disambut tepuk tangan undangan yang hadir.

Khofifah pun membenarkan dalam kesempatan ketika memberi sambutan dan selamat atas pelantikan pengurus PWPM Jatim. “Seperti tadi sudah disampaikan oleh Cak Nanto (Sunanto) dan Cak Dikky (Dikky Syadqomullah) bahwa Pak Bambang DH dekat dengan semua, termasuk Muhammadiyah,” kata Khofifah.

Bambang DH yang merupakan calon anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, daerah pemilihan (Dapil) Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo), nomor urut 1 usai pelantikan pengurus PWPM menegaskan bahwa komunikasi kemitraan yang dijalankan adalah bagian membangun dan lebih memajukan Indonesia secara bersama, dengan berbasis pembangunan di daerah.

Bukan saja Muhammadiyah yang dia bantu, namun juga elemen lain di Jatim dan bahkan Indonesia. “Khusus untuk Muhammadiyah, pernah kami koordinasi perihal peningkatan sekolah tinggi atau akademi menjadi universitas, atau koordinasi perihal pendirian Rumah Sakit (RS) yang menjadi bagian amal usaha Muhammadiyah, dan lainnya. Ya, komunikasi kemitraan adalah kunci. Terlebih untuk menjaga keutuhan NKRI seiring maraknya praktik-praktik hoaks dan ujaran kebencian,” pungkas Bambang DH.

Sementara itu, Ketua PWM Jatim Saad Ibrahim menyampaikan bahwa seluruh elemen bangsa harus ta’awun (tolong menolong, red). NU (Nahdlatul Ulama) untuk Muhammadiyah dan Muhammadiyah untuk NU.

“Tanggal 17 April 2019, jangan merobek-robek persatuan dan kesatuan Indonesia. Muhammadiyah dan NU sebelum bangsa Indonesia berdiri sudah melakukan politik kebangsaan. KH Ahmad Dahlan mendirikan Rumah Sakit Pertama Muhammadiyah di Yogyakarta bukan untuk warga Muhammadiyah saja, tapi untuk semua. Sampai kapanpun politik kebangsaan harus berjalan,” pesan Saad.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menambahkan, semua elemen bangsa bisa menjadi bagian strong partnership sebagai kekuatan memajukan dan mensejahterakan Jatim bahkan Indonesia secara bersama.

“Negara ini, pemerintah ini harus terimakasih ke Muhammadiyah yang membantu meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) dan IPM (Indeks Pembangunan Manusia). Baik dari lembaga pendidikan, layanan kesehatan dan amal usaha bidang ekonomi,” pungkas Khofifah. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar