Politik Pemerintahan

Bambang DH Disebut Sebagai Inisiator Pembangunan di Surabaya

Bambang DH

Surabaya (beritajatim.com) – Sekretaris DPC PDIP Surabaya Baktiono mengungkapkan jika sosok Bambang DH merupakan pencetus awal tonggak pembangunan di Kota Pahlawan. Banyak hal yang telah dilakukan BDH selama dua periode memimpin Surabaya.

“Banyak yang pernah dilakukan sewaktu menjabat, baik Walikota maupun Wakil banyak contoh perubahan di Kota Surabaya. Mulai dari penataan kota infrastruktur penataan kepegawaian, disiplin kepegawaian, masalah pendidikan, kesehatan, kependudukan. Semua dipelopori oleh Pak Bambang DH,” ujar Baktiono, Senin(12/8/2019).

Beberapa terobosan yang menjadi prestasi Kota Surabaya saat ini, bahkan disebut oleh Baktiono diawali dari gagasan Bambang DH. “E-KTP pertama kali se-indonesia dari Surabaya tahun 2003, wajib belajar 12 tahun atau sekolah gratis juga dimulai dari Surabaya,” tegasnya.

“Program kesehatan gratis juga dari Surabaya, program pembangunan taman kota pertama kali juga Wali Kotanya Bambang DH, pembangunan infrastruktur jalan jembatan, seperti box culvert dan penanggulangan banjir serta mengurangi genangan air juga di era Pak Bambang DH,” jelas Baktiono lebih lanjut.

Untuk diketahui, pendapat tersebut diatas diungkapkan Baktiono untuk menanggapi rumor yang merebak terkait wacana Bambang DH yang disebut masuk bursa kabinet menteri Presiden Jokowi.

“Bambang DH adalah Guru, Dosen, PNS yang berani menentang era Soeharto, Pengurus GPM (1980) Gerakan Pemuda Marhaen, Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota sampai DPP, Wakil Walikota Surabaya 2 kali, Walikota Surabaya 2 kali, Anggota DPRD Prov Jatim, Anggota DPR RI, Sangat layak BDH adalah Kader Terbaik PDI sampai PDI Perjuangan. Jika dibandingkan dengan lainnya yang masih belum faham liku-liku politik dan pemerintahan baik di eksekutif dan legislatif nama Bambang DH sangat layak baik dari segi pengabdian ideologi,” pungkas Baktiono.

Terkait posisi menteri yang tepat untuk BDH, pada kesempatan berbeda, pengamat politik asal UNAIR Suko Widodo mengatakan jika ada dua posisi pas bagi anggota DPR RI terpilih itu. “Menteri PAN-RB dan juga Mendagri. Itu sesuai dengan rekam jejak BDH,” tegas Suko.

Di sisi lain, Dyah Katarina yang merupakan istri dari Bambang DH yakin jika sang suami akan siap untuk ditempatkan serta ditugaskan dimanapun sebagai kader partai. “Bapak siap kok. Mau ditempatkan atau tidak, sebagai apa saja bapak siap,” lanjutnya.ifw

Apa Reaksi Anda?

Komentar