Politik Pemerintahan

Jelang Pilwali Surabaya 2020

Baliho Risma-Eri Viral, DPRD Surabaya: Kenapa Bukan Risma-Whisnu?

Baliho Risma-Eri Cahyadi

Surabaya (beritajatim.com) – Viralnya baliho dengan gambar berdampingan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kepala Bappeko Eri Cahyadi direspon keras oleh jajaran DPRD. Partai-partai seperti PKB, Golkar, dan Nasdem memberikan kritik pedas.

Ketua Fraksi Golkar Arif Fathoni misalnya. Ia berpendapat jika menurutnya ada yang salah apabila baliho ini dipasang sendiri oleh pihak Pemkot Surabaya. “Jika ini dipasang oleh Pemkot guna sosialisasi program meskipun sah tapi tidak elok dan tidak patut. Mestinya foto Wali Kota dengan Wakil Wali Kota atau paling jelek bertiga antara Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekkota,” ujarnya.

Ia pun lebih lanjut mengungkapkan jika hal ini bisa dibilang merupakan kekhawatiran jajaran DPRD yang kini terwujud. “Apa yang dikhawatirkan sebagian fraksi dalam pandangan umum dan akhir paripurna kemarin berpotensi terjadi, jika melihat foto tersebut diatas,” kata Toni.

“Kepemimpinan Risma dan Wisnu sudah dianggap berhasil, itu tinta sejarah emas rakyat surabaya setelah pondasi pembangunann yang dicanangkan oleh Wali Kota BDH. Jangan sampai karena hasrat ingin menjadikan seseorang menjadi calon pengganti lalu kemudian melakukan hal yang tidak patut dan bisa memicu disharmonisasi dilingkungan Pemkot,” pungkasnya.

Senada, anggota komisi A DPRD Surabaya Imam Syafii menanggapi pemasangan baliho tersebut merupakan fakta yang terungkap. Terlebih, secara tidak langsung interupsi yang pernah dilayangkan Imam dan Arif Fathoni dari Fraksi Golkar bukan fitnah.’’Gitu kok pakai mbantah,’’ kata Imam.

Respon serupa juga disampaikan oleh Politisi Fraksi PKB, Mahfudz. Ia mendukung apa yang disampaikan oleh Imam Syafii. ’”Inilah yang kami maksud, jangan sampai APBD dibuat pencitraan oleh calon Wali Kota,’’ katanya.

Meski bersifat baliho program sosialisasi Smart City, namun Ia melihat hal tersebut sebuah pembuktian bentuk dugaan kampanye terselubung.

’’Sudah terbukti kan. Mereka memanfaatkan APBD untuk kepentingan pribadi dan politik. Sungguh tidak beretika,’’ tegas dia.

Untuk diketahui, dari informasi yang diterima, baliho itu terpasang di tiga titik. Kelurahan Lidah Kulon, Kelurahan Lidah Wetan, dan Kelurahan Bangkingan.

Di baliho yang ada, nampak foto Wali Kota Risma berdampingan dengan Kepala Bappeko Eri Cahyadi. Di ujung atas, nampak logo Pemkot Surabaya berdampingan dengan tiga logo lain pula yang kurang jelas. Di bawahnya, terdapat tulisan ‘Surabaya Smart City 2019’. Sedangkan di bagian tengah baliho, dengan ukurang yang lumayan besar, terdapat tulisan ‘KAMPUNG BERDAYA, WARGA BERJAYA’.

Dikonfirmasi, Kasatpol PP Surabaya Irvan Widyanto mengaku tidak tahu menahu siapa pemasang baliho itu. “Dini hari tadi pukul 02.00 (dipasang). Tidak diketahui (siapa pemasangnya),” ujar Irvan melalui jejaring pesan.(ifw/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar