Politik Pemerintahan

Bakal Cakades di Banyuwangi Ngeluruk Kantor Pemda

Banyuwangi (beritajatim.com) – Puluhan bakal calon Kepala Desa (Bacakades) di Banyuwangi mendatangi Kantor Bupati atau Pemda setempat. Mereka mempertanyakan mengenai proses seleksi calon kades yang akan maju pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Oktober 2019 mendatang.

Para bakal calon pemimpin desa ini mencurigai adanya kecurangan dalam proses seleksi saat uji tes tulis beberapa hari lalu. Mereka menilai tes tersebut tidak jelas.

Bahkan, sejumlah Bacakades kecewa dengan kegiatan tersebut dan merasa dilecehkan. Selain itu, mereka juga kecewa dengan sikap perwakilan pemerintah daerah Banyuwangi saat menanyakan mengenai proses tersebut.

“Barusan kita temui, jawabannya sangat tidak mengenakkan. Masak kami minta hasil uji tes tidak ada. Malah kita diminta untuk meminta di Unej Jember. Pemerintah macam apa ini?,” Ungkap Bacakades Yuyuk Mujiwati, Senin (2/9/2019).

Bacakades asal Kedungrejo, Kecamatan Muncar itu sempat melampiaskan kekecewaannya sambil beberapa kali membanting tas miliknya. Mereka mengamuk, lantaran ada beberapa hasil tes yang hilang.

“Ini dokumen negara, kok dikasihkan ke pihak lain. Ini Banyuwangi bukan Pemerintah Jember,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Desk Pilkades Kabupaten Banyuwangi, Abdul Azis Hamidi menjelaskan kedatangan mereka hanya menanyakan mengenai hasil uji tes tulis.

“Tapi mekanisme karena kami tidak mempunyai apa yang diminta, monggo silakan menyampaikan secara tertulis akan kita sampaikan. Mereka menuntut hasil tes tulisnya untuk diketahui,” katanya.

Azis juga menjawab mengenai dugaan hilangnya hasil uji tes tulis dari beberapa cakades. Bahkan, ada cakades yang mendapat nilai nol (0).

“Jadi versi tim independent atau tim seleksi yang punya nilai nol (0) itu bukan hilang, tapi kertas jawabannya tidak ada itu versi tim independent,” ungkap Azis

Sedangkan, pihaknya juga memiliki salinan hasil uji tes tulis yang disampaikan oleh tim seleksi. Hasilnya, sama dengan yang diterima oleh bacakades.

“Hasil tes tulis yang kita miliki sama seperti yang ada di desa masing-masing. Hanya saja lembar jawabannya kita yang tidak punya. Akan tetapi, kita belum dapat memastikan untuk memenuhi permintaan mereka. Yang pasti tetap kita fasilitasi dengan syarat menyampaikan secara tertulis,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, Pemkab Banyuwangi akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada Oktober 2019 mendatang. Sebelumnya, bakal calon kades yang mendaftar mengikuti pilkades di Banyuwangi sebanyak 621 orang dari 130 desa di 24 kecamatan.

Sementara bacakades yang mengikuti tes pada Kamis (29/08/2019) lalu itu sebanyak 305 orang dari 41 desa. Tes tulis diberlakukan khusus desa yang memiliki calon lebih dari 5 orang.

Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar memiliki calon terbanyak yaitu 12 orang Bacakades. Sedangkan Desa terbanyak kedua yakni Desa Benculuk, Kecamatan Cluring dengan 11 orang Bacakades. [rin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar