Politik Pemerintahan

Awas! Polres Banyuwangi Bentuk Satgas Judi Pilkades

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pesta demokrasi tingkat desa dalam ajang pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Banyuwangi bakal dilaksanakan, Rabu (9/10/2019). Selain menjadi momen untuk memilih pemimpin baru di desa, ajang ini juga kerap jadi lahan judi bagi warga.

Kondisi ini yang biasanya justru membikin suasana memanas yang berujung rusuh antar pendukung. Sehingga perlu langkah antisipatif untuk mencegah penyakit sosial di masyarakat ini.

“Kita sudah membentuk Satgas untuk mengantisipasi hal itu (perjudian). Dari anggota Reskrim dan Intel kita libatkan,” ungkap Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Selasa (8/10/2019).

Satgas itu, kata Taufik, bertugas selama perhelatan Pilkades berlangsung. Jika, dalam tugasnya menemukan adanya tindak perjudian maka petugas tak segan akan menindak tegas.

“Jika nantinya ditemukan adanya oknum yang terbukti melakukan perjudian saat perhelatan Pilkades, maka pihaknya akan memproses secara hukum sesuai dengan Kitab KUHP yang berlaku. Kita akan tindak, baik itu kecurangan, perjudian, maupun tindak pidana lainnya untuk memastikan Pilkades terlaksana secara aman, jujur dan bersih,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memberikan perhatian khusus untuk 7 desa di dua kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Muncar dan Kabat karena masuk kategori sangat rawan terjadi konflik saat hari pencoblosan.

“Kita sudah melakukan pemetaan, 92 desa masuk kategori rawan, 32 desa rawan, dan 7 desa sangat rawan (terjadi konflik), yakni di Kecamatan Muncar dan Kabat,” ujarnya.

Tingkat kerawanan tersebut, kata Taufik, berdasarkan sejarah Pilkades sebelumnya yang kerap timbul konflik baik saat pencoblosan maupun paska pencoblosan.

“Selain itu, ada beberapa desa yang TPS-nya dijadikan satu, sehingga rawan timbul konflik karena pendukung para calon bertemu dalam satu tempat. Termasuk juga kerawanan ajang perjudian,” ujarnya.

Namun, lanjut Kapolres, pihaknya telah memetakan dan memploting sejumlah personel keamanan . Terutama, di tujuh desa dengan kategori rawan itu akan ditempatkan dua personel di setiap tempat pemungutan suara (TPS).

“Untuk pengamanan di daerah aman, 1 personil bisa mengcover 2-3 TPS. Di zona rawan 1 personil 1 TPS. Dan daerah sangat rawan, 1 TPS akan dijaga oleh 2 personil,” pungkasnya. [rin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar