Politik Pemerintahan

Bandara Kediri

Atasi Macet, Bupati Kediri Minta Pemprov Jatim Bangun Kembali Jembatan Mrican

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur membangun kembali Jembatan Mrican. Pembangunan jembatan alternatif penghubung Kabupaten dengan Kota Kediri ini untuk mengatasi ancaman kemacetan arus lalu lintas saat Bandara Kediri telah terbangun.

“Kita minta provinsi bangun Jembatan Mrican yang lebar, supaya mengatasi macet, saat bandara terbangun,” ujar Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno kepada beritajatim.com.

Bupati telah melayangkan surat permintaan pembangunan Jembatan Mrican ke Pemprov Jatim. “Biar nanti provinsi yang membangun, pakai dana provinsi,” seru kepala daerah dar dokter ini.

Jembatan Mrican diproyeksikan dapat mengatasi lonjakan arus lalu lintas saat Bandara Kediri berdiri, serta proyek exit tol yang direncanakan berada di seputaran Kecamatan Banyakan. Keinginan untuk mendirikan kembali Jembatan Mrican sebenarnya juga telah disampaikan oleh Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar dengan tujuan sama.

Sebagaimana diketahui, Jembatan yang berada di Desa Jabon, Kecamatan Banyakan, berbatasan dengan Desa Jong Biru, Kecamatan Gampengrejo, ambruk dan putus total, pada Rabu 2 Maret 2017. Pondasi tiang pancang jembatan terkena material kayu yang terbawa arus Sungai Brantas.

Jembatan Mrican dibangun sejak tahun 1900-an. Jembatan ini, awalnya dipergunakan akses jalan para pekerja Pabrik Gula Mrican dan masyarakat sekitar. Setelah putus total, masyarakat harus balik arah melalui jalur utama yakni Kelurahan Mrican. Jika ingin menuju Kota maupun Kab Kediri, maka jarak tempuh sejauh 10-15 Km.

Sebelum ambruk pada 2017, Jembatan Mrican sudah ditutup sekitar Desember 2015. Namun karena jembatan ini merupakan jalur alternatif paling cepat menghubungkan antara Kota dan Kabupaten Kediri, sehingga jembatan dengan lebar 3 meter dan panjang sekitar 130 meter, masih dilalui kendaraan roda dua.[nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar