Politik Pemerintahan

Atasi Kekeringan, Pemkab Malang Upayakan Sumur Bor

Foto ilustrasi

Malang (beritajatim.com) – Guna mengatasi kekeringan di sejumlah desa, Pemkab Malang berniat mengupayakan sumur bor.

“Pada 2020, kami akan bikin program sumur bor. Saya imbau kepada kepala desa agar jika ada kekeringan harap dahulukan. Anggarannya menggunakan Rp 1,5 miliar dari dana yang akan dianggarkan pada 2020. Dana itu digunakan untuk kebutuhan yang emergency atau mendesak agar segera mendapat tindak lanjut. Bisa terkait akses sumber daya air bersih, akses jalan, kesehatan dan lain sebagainya,” ungkap Bupati Malang HM Sanusi, Rabu (2/10/2019).

Menurut Sanusi, jika nanti anggaran sudah turun dan dikelola dengan baik oleh pihak desa, maka program pemberian air bersih bebas biaya alias gratis dan bisa dinikmati semua warga desa bisa terlaksana.

“Jika pengelolaan sesuai dengan aturan yang ada dan mendahulukan kebutuhan yang emergency atau mendesak, maka masyarakat tak harus mengeluarkan dana sepeserpun alias gratis. Pemkab Malang juga ada proyek jangka panjang. Tapi, akan kami survey untuk mengetahui adanya sumber air di embung tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi menerangkan, pihaknya punya tiga tahap proyek layanan air bersih di Kabupaten Malang termasuk di Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare.

“Ada tiga perencanaan yang akan kami lakukan. Untuk Putukrejo ini jangka pendeknya memang pelayanan sistem dropping air. Dengan pola, empat tandon yang sudah kami siapkan akan diisi dari truk tangki air, kemudian warga bisa mengambil air di kran tandon tersebut,” ucapnya.

Sedangkan, lanjut Syamsul, untuk proyek jangka menengah, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Putukrejo, untuk melakukan survey geolistrik guna mengetahui sumber air tanah di Embung Sumberbuntung.

“Untuk rencana jangka panjang, kami akan mengambil air di sungai disekitar Waduk Karangkates. Usai digunakan turbin listrik, kami akan naikkan kemudian kami alirkan ke desa-desa di Kecamatan Kalipare. Itu jangka panjang. Sungai di karangkates ini cukup besar kapasitasnya,” paparnya.

Terkait realisasi rencana yang akan dicanangkan tersebut, Syamsul memastikan rencana jangka pendek dan menengah sudah dilakukan tahun ini. Sedangkan jangka panjang perlu dilakukan survey lebih lanjut.

“Kalau jangka panjang perlu dilakukan survey lebih lanjut. Karena tidak lepas dari sinergi peran institusi terkait seperti Dinas PU SDA dan Dinas Cipta Karya. Kami harap bisa komunukasi secara intensi,” pungkasnya. [yog/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar