Politik Pemerintahan

Asap Rokok Penuhi Ruang Rapat Paripurna DPRD Bojonegoro

Foto: Salah seorang anggota DPRD Bojonegoro merokok saat rapat

Bojonegoro (beritajatim.com) – Rapat Paripurna penetapan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro digelar hari ini, di Ruang Paripurna lantai dua kantor DPRD Bojonegoro, Selasa (24/9/2019.

Rapar paripurna baru berjalan beberapa menit, namun kemudian ditunda. Salah satu fraksi gabungan PAN, PKPI, partai Hanura dan PKS, Suyuthi meminta kepada ketua rapat untuk melakukan perundingan ketua fraksi terlebih dahulu sebelum menetapkan ketua Badan Kehormatan (BK).

Selain masih alotnya pemilihan AKD, ruang paripurna juga dipenuhi dengan asap rokok. Pantauan reporter beritajatim.com, hampir sebagian besar anggota DPRD Bojonegoro merokok saat rapat berlangsung. Ruangan yang didesain tanpa ruang merokok itu layaknya berkabut.

Pelaksana Harian (PLH) DPRD Kabupaten Bojonegoro, Teguh Wibowo mengatakan memang selama ini belum ada aturan adanya larangan merokok selama proses rapat berlangsung. Hanya saja, lanjut dia, anggota DPRD yang mengikuti rapat bisa lebih memperhatikan kenyamanan anggota yang lain.

“Kalau dari aturannya memang disebutkan secara umum, agar menjaga tata tertib sehingga rapat bisa berjalan normal dan lancar,” ujarnya.

Sehingga, kata dia, jika ada anggota rapat yang merasa terganggu dengan asap rokok bisa langsung melakukan interupsi kepada pimpinan rapat. “Ketika anggota lain merasa tidak nyaman dengan asap rokok bisa melakukan interupsi kepada pimpinan,” terangnya.

Anggota DPRD Bojonegoro dari Partai Gerindra, Sally Atysasmi merasa sangat tergganggu dengan asap rokok yang ada di ruang rapat. Menurutnya, karena memang ruangan paripurna tidak di desain untuk merokok, tidak ada alat pembuang asap dan seluruh ruangan tertutup.

“Seharusnya disediakan ruang merokok atau area merokok terpisah,” ungkapnya. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar