Politik Pemerintahan

Antisipasi Kekeringan, Tirta Kanjuruhan Pasang Belasan Tandon Air

Malang (beritajatim.com) – Mengantisipasi kesulitan air bersih di musim kemarau tahun ini, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Perumda Tirta Kanjuruhan, menyediakan Hidran Umum (HU) atau tandon air di sejumlah desa yang masuk daerah rawan kekeringan.

Pemasangan tandon air untuk umum tersebut, kini terpasang di wilayah dua kecamatan, yakni Kecamatan Donomulyo dan Sumbermanjing Wetan sebanyak 18 HU.

Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Humas Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Eko Priyo Ardianto, Senin (15/7/2019) menjelaskan, pihaknya saat ini masih belum lagi mendapatkan permintaan dari masyarakat terkait pendistribusian air bersih. Namun, pihaknya terlebih dahulu melakukan antisipasi dengan memasang HU di wilayah desa yang rawan terjadi kekeringan.

“Tandon air yang kita pasang sebagai HU, akan kita isi air bersih melalui truk tangki, baik itu yang nantinya milik Perumda Tirta Kanjuruhan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI) maupun milik Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang,” terang Eko.

Kata Eko, mobil truk tangki air bersih yang kita miliki berjumlah tiga unit mobil. Sementara mobil truk tangki tersebut disiapkan di Kantor Direksi Perumda Tirta Kanjuruhan di Jalan Raya Kebunagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, sudah di siapkan selama 24 jam. Sehingga, jika sewaktu-sewaktu ada permintaan air bersih, maka pihaknya langsung mengirimkan air bersih sesuai dengan permintaan masyarakat.

“Tapi tetap leadernya dalam pendistribnusian air bersih di wilayah kekeringan adalah BPBD. Sehingga ketika ada wilayah desa yang mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih, maka BPBD meminta Perumda Tirta kanjuruhan untuk mengirim air bersih,” ujar Eko.

Masih kata Eko, di Kabupaten Malang ini terdapat 18 desa yang tersebar di 8 wilayah kecamatan rawan terjadinya kekringan. Diantaranya, Desa Purwodadi, dipasang lima unit HU, dan Desa Sumberoto dipasang empat unit HU. Dua desa tersebut masuk wilayah Kecamatan Donomulyo. Karena kedua desa itu setiap musim kemarau selalu terjadi kekeringan yang otomatis warga setempat kekurangan air bersih.

Eko menambahkan, wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan juga terdapat tiga desa, yakni Sumberingin, Druju, dan Sumberagung. Dimana setiap tahun, wilayah tersebut mengalami kekeringan, dan warganya membutuhkan air bersih.

Sehingga, dengan adanya wilayah desa yang rawan terjadinya kekeringan, maka pihaknya menyiapkan tiga mobil truk tangki yang berkapasitas 4000 liter untuk mendistribusikan air bersih pada warga. “Kami siapkan truk tangki berisi air bersih di Kantor Direksi selama 24 jam,” Eko mengakhiri. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar