Politik Pemerintahan

Ansor-Banser Gresik Bacakan Maklumat Idul Fitri

Gresik (beritajatim.com)- Sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) berjalan mulai besok lusa (14/6).

Merespons itu, kemarin (11/6) para petinggi Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser Gresik membacakan maklumat Idul Fitri bertempat di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaus Sholihin, Suci, Kecamatan Manyar, Gresik.

Maklumat Idul Fitri tersebut dibacakan Komandan Satkorcab Banser Gresik Muanan. Ada lima butir maklumat.

Pertama, menolak segala bentuk aksi kerusuhan. Kedua, mengimbau semua pihak untuk mengawal sidang mahkamah konsitusi dengan damai. Ketiga, Menghargai keputusan MK terkait sengketa PHPU Pilpres 2019. Keempat, Ansor dan Banser mengajak semua pihak untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah.

Kelima, menyerukan semua lapisan masyarakat untuk senantiasa menjalin persaudaraan, jaga persatuan dan kesatuan dibawah bingkai negara kesatuan Republik Indonesis.

Sebelum membacakan Maklumat Idul Fitri, rombongan Ansor, Banser, dan Fatayat NU sowan ke sejumlah kiai sepuh Gresik. Di antaranya, KH Masbukhin Faqih, KH Robbah Ma’shum, KH Khusnan Ali, dan KH Mahfud Ma’shum. Dalam pertemuan silaturahmi tersebut, para kiai memberikan wejangan agar Ansor dan Banser terus berada di garda depan dalam mengawal ulama/kiai dan turut menjaga NKRI.

“Kader-kader muda NU harus mempersiapkan SDM untuk ikut mengisi, mewarnai instansi pemerintahan,” ujar Kiai Mahfud, Rabu (12/06/2019).

Sementara itu, Kiai Khusnan yang juga ketua PCNU Gresik memberikan apresiasi kepada Ansor yang terus menjalin silaturahmi dengan para kiai. Di tengah situasi sosial-politik yang sedang menghangat, dia juga berharap anak-anak muda NU terus waspada.

“Tantangan dan gangguan ke depan tentu semakin berat,” tuturnya.

Pernyataan senada disampaikan Kiai Robbach Maksum. Dia berharap agar Ansor dan Banser mengabdi dan berjuang dengan penuh keikhlasan. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar