Politik Pemerintahan

Anggota DPRD Jatim Ini Apresiasi Kinerja 99 Hari Gubernur Khofifah-Emil

Anggota DPRD Jatim, Renville Antonio

Surabaya (beritajatim.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mengapresiasi atas capaian kinerja keduanya dalam 99 hari kerja pertama sejak resmi dilantik sebagai Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak pada 13 Februari lalu.

Anggota DPRD Jatim, Renville Antonio di DPRD Jatim, Selasa (28/5) mengatakan, beberapa program Khofifah dan Emil yang sudah direalisasikan sebagaimana termaktub dalam Nawa Bhakti Satya. Diantaranya, pendidikan gratis dan berkualitas (Tistas), Milenial Job Center (MJC).

“Tunjangan penghormatan bagi penghafal Al-Qur’an sudah jalan walaupun masih 2026 (Tahfiz). Tapi nanti targetnya kan kurang lebih 4000 Tahfiz. Ada lagi soal pangan, yang akan mendirikan BUMD pangan,” terang Renville politisi asal Fraksi Demokrat Jatim ini kepada wartawan, Selasa (28/5/2019).

Selanjutnya, kata Renville, Fraksi Partai Demokrat akan mendukung sekaligus mengawal pembahasan RPJMD guna memaksimalkan seluruh program Khofifah dan Emil sebagaimana program yang disampaikan pada masa kampanye.

“Kami akan kawal sesuai dengan Nawa Bhakti Satya. Mungkin ada (program) yang masih kelewatan, seperti contoh, pendirian Perda BUMD itu di aturan wajib dimasukkan di RPJM. Kemarin kan belum dimasukkan, maka kami kawal,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Jatim, Achmad Iskandar juga mengapresiasi program kerja Gubernur Khofifah dan Wagub Emil yang telah terlaksana. Begitu juga meluncurkan lima pilot project program yang menjadi janji kampanye. Lima pilot project yang diluncurkan di Gedung Negara Grahadi, Senin (27/5), antara lain Millenial Job Center (MJC), East Java Super Coridor (EJSC), Jatim Big Data Initative, dan East Java Smart Province Economic Router (EASIER), serta aplikasi pengaduan masyarakat CETTAR.

Selain itu juga,  pihaknya memberikan apresiasi kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang terjun langsung ke pasar-pasar dengan memastikan ketersediaan stok bahan pokok jelang lebaran 1440 H.

Menurutnya, dengan turunnya ke pasar-pasar tersebut menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dalam memastikan ketersediaan bahan pokok di Jawa Timur. “Jangan sampai ada kelangkaan dan tentunya akan menimbulkan gejolak harga khususnya jelang lebaran,” ujarnya. (ted/kominfo-jatim)

Apa Reaksi Anda?

Komentar