Politik Pemerintahan

Anggota DPR RI Ini Inginkan 50 Persen DD untuk Koperasi

Anggota DPR RI, MH Said Abdullah

Sumenep (beritajatim.com) – Anggota DPR RI asal PDI Perjuangan, MH Said Abdullah melontarkan keinginan agar dana desa diperuntukkan membentuk dan menguatkan koperasi desa. Bahkan apabila memungkinkan, peruntukannya hingga 50 persen.

“Tolong bedakan antara koperasi dengan badan usaha milik desa (BUMDes). Bedakan pula koperasi dengan usaha simpan pinjam,” katanya, Jumat (16/8/2019).

Wakil Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini menjelaskan, koperasi melibatkan banyak warga sebagai anggota. Koperasi mengajarkan sekaligus mengondisikan warga untuk mengelola usaha bersama.

“Jadi ada kebersamaan. Ada pemberdayaan. Ada semangat gotong royong melalui koperasi desa. Bayangkan kalau di setiap desa, koperasinya hidup dan menghidupi anggotanya, tentunya akan menjadi kekuatan ekonomi luar biasa,” tandasnya.

Politisi yang baru didapuk menjadi Ketua Bidang Perekonomian DPP PDI Perjuangan ini menginginkan pemerintah desa mulai berpikir untuk membentuk dan menghidupkan koperasi dengan memberikan modal dari dana desanya, setidaknya 50 persen.

“Koperasi itu wujud dan implementasi menggerakkan warga desa untuk berdikari melalui usaha produktif warga (anggota) yang dihimpun oleh koperasi. Jadi tidak hanya simpan pinjam,” ucapnya.

Menurut pria asli Sumenep ini, kebijakan ekonomi ke depan hendaknya merupakan program pembangunan ekonomi nasional yang ditujukan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

“Selain itu, juga harus diletakkan dalam kerangka perjuangan guna menegakkan dan menjaga keutuhan NKRI. Gerakan itu tidak jauh dari konsep Trisakti yang diajarkan Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” tandasnya. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar