Politik Pemerintahan

Anggaran Pilbup Malang 2020 Diusulkan Naik Dua kali Lipat

Malang (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang telah menyusun kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan Pemilihan Bupati (Pilbup) Malang yang mencapai Rp 80 miliar-Rp 90 miliar. Jumlah anggaran tersebut naik dua kali lipat dari anggaran Pilbup 2015 lalu.

Ketua KPU Kabupaten Malang Anis Suhartini mengatakan, angka rupiah untuk kebutuhan Pilbup Malang 2020 itu, sebesar Rp 80 miliar-90 miliar masih dalam perkiraan. Sedangkan untuk kepastian berapa anggaran yang kita perlukan pada Pilbup, akan kita susun lagi dalam waktu dekat. Dan untuk sekarang ini, KPU masih menyelesaikan beberapa hal yang harus diselesaikan.

“Anggaran untuk pelaksanaan Pilbup Malang ada kenaikan, dan hal itu nilai anggarannya lebih besar jika dibandingkan pada Pilbup 2015 yang hanya sebesar Rp 35 miliar,” ungkap Suhartini, Senin (24/6/2019).

Kenaikan anggaran itu, lanjut Anis, salah satunya adalah penyesuaian peraturan baru. Sehingga menyebabkan ada kenaikan anggaran dalam Pilbup Malang 2020. Diantaranya, untuk memberikan honor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), yang sebelumnya Anggota PPK dalam Pilbup 2015 memperoleh honor Rp 1 juta, kini dengan adanya perubahan penyesuaian honor di Pemilu 2019, honor PPK naik menjadi Rp 1,6 juta, dan untuk Ketua PPK akan menerima honor Rp 1,8 juta.

Baca Juga:

    “Dalam pengajuan anggaran untuk kebutuhan Pilbup Malang mendatang, tidak hanya diperuntukkan honorarium Ketua dan Anggota PPK saja, tapi kenaikan anggaran itu juga berdasarkan kebutuhan logistik. Karena dengan aturan baru yang mewajibkan penggunaan kotak surat suara berbahan karton hanya sekali pakai,” jelasnya.

    Sementara itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang George da Silva menyampaikan, pihakanya juga meminta anggaran pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, sebesar Rp 32 miliar untuk kepentingan pelaksanaan Pilbup Malang 2020.

    “Dari anggaran Pilbup Malang yang kita usulkan sebesar Rp 32 miliar ini, diantaranya untuk kebutuhan honorarium pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS). Karena jika mengacu pada Pemilu 2019, ada sebanyak 400 orang pengawas, namun masih kurang. Sehingga pihaknya akan menambah jumlah pengawas TPS di Pilbup Malang 2020,” pungkasnya. (yog/kun)

    Apa Reaksi Anda?

    Komentar