Politik Pemerintahan

Anggaran Dana Desa di Bojonegoro Turun Hingga Separuh

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Ibnu Soeyoeti

Bojonegoro (beritajatim.com) – Jumlah Anggaran Dana Desa (ADD) Kabupaten Bojonegoro mengalami penurunan hingga separuh. Penurunan itu dikarenakan pendapatan dari DBH Migas juga menurun dari APBD 2019 sebesar Rp 1,9 triliun, di APBD 2020 hanya berkisar Rp 956 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Ibnu Soeyoeti mengatakan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019, besaran ADD untuk 419 desa di 28 kecamatan sebesar Rp 617 miliar. Sementara di APBD tahun 2020 turun menjadi Rp 306 miliar.

“Karena Dana Bagi Hasil (DBH Migas) turun, ADD juga turun. Semua desa termasuk desa penghasil migas juga turun, sampai Rp1 miliar atau Rp2 miliar saja,” katanya, katanya, Kamis (9/1/2020).

Pihaknya berharap, didalam APBD Perubahan 2020, besaran DBH Migas bisa meningkat terlebih banyak faktor pendukung seperti masa puncak produksi Blok Cepu masih berlangsung hingga 200 Ribu Bph lebih, harga minyak mentah dunia sedang bagus, dan masih banyak lagi.

“Kalau di APBD Perubahan 2020 ada tambahan DBH Migas, ya nanti ADD disesuaikan lagi,” pungkasnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar