Politik Pemerintahan

Alokasi Perbaikan Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Bojonegoro Rp 800 Miliar

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, mengalokasikan anggaran cukup besar untuk memperbaiki infrastruktur jalan kabupaten, serta perbaikan sejumlah jembatan yang kondisinya rusak.

Perencanaan pembangun infrastruktur tersebut dianggarkan dalam APBD 2019 sebesar Rp800 miliar, Selasa (9/7/2019).

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Syukur Priyanto mengatakan besarnya alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur tidak lepas karena adanya peningkatan perolehan DBH migas pada 2019. “Hanya saja, pembangunan infrastruktur dengan memanfaatkan anggaran DBH migas harus ada batasnya tidak terus menerus,” katanya.

Politisi asal Partai Demokrat menyatakan, Pemkab Bojonegoro harus fokus pembangunan infrastruktur dengan memanfaatkan perolehan DBH migas dalam waktu berkisar 2-3 tahun. “Kami minta agar dua sampai tiga tahun, pembangunan infrastruktur menggunakan DBH Migas harus selesai,” ujarnya.

Untuk selanjutnya, perolehan DBH migas daerahnya harus difokuskan untuk berbagai kepentingan lainnya yang prinsipnya mendorong perekonomian masyarakat, termasuk pendidikan dan kesehatan. “Bagaimanapun juga produksi puncak minyak ada batas waktunya, yang akan mempengaruhi perolehan DBH migas,” ujarnya.

Diperkirakan, produksi puncak minyak Blok Cepu, dengan operator ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) juga lapangan Sukowati, dengan operator Pertamina EP Asset 4 Field, bisa mencapai 250 ribu barel per hari, paling lama hanya bertahan sekitar 10 tahun.

Sebelumnya, Kepala Badan Pendapatan Kabupaten Bojonegoro, Herry Sudjarwo mengungkapkan, estimasi pendapatan Dana Bagi Hasil Migas tahun ini adalah sebesar Rp2, 5 triliun lebih dari target pendapatan di APBD sebesar Rp1,8 triliun.

“Ada tambahan sekitar Rp406 miliar lebih karena lifting minyak dari Lapangan Banyu Urip per hari ini mencapai 225 ribu barel per hari,” pungkasnya.

Sekadar diketahui perbaikan jalan dan jembatan akan dimulai tahun anggaran 2019 dengan target sudah selesai paling lambat pada 2021.┬áProgram tersebut merupakan salah satu program yang dicanangkan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah selama masa kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada).

Perbaikan jalan kabupaten itu dengan panjang 649.838 kilometer dengan lokasi di 172 ruas jalan yang kondisinya rusak sekitar 61 persen. Dengan rincian perbaikan jalan dianggarkan Rp600 miliar, sedangkan untuk memperbaiki jembatan Rp200 miliar. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar