Politik Pemerintahan

Aliansi Mahasiswa Jatim Berikan Bunga ke Polisi

Surabaya (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jawa Timur mendukung pihak kepolisian dalam mengusut tuntas kasus pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang, Madura.

Mereka dari HMI, GMNI, PMII dan PMKRI Jatim yang melakukan aksi damai dan mendesak kepolisian di depan Polda Jatim, Jumat (31/5/2019).

Beberapa sikap dibacakan oleh Aliansi Mahasiswa Jatim. Salah satunya, mendukung kepolisian dalam mengusut tuntas kasus pembakaran Mapolsek di Kabupaten Sampang. Dan, diakhiri dengan pemberian bunga kepada polisi sebagai simbol dukungan dan cinta damai.

“Aksi kami di sini (Polda Jatim, red) mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang menyebabkan kerugian dan mengganggu stabilitas serta kondusifitas negara Indonesia pasca Pemilu 2019, salah satunya yakni pembakaran Polsek di Sampang. Pemberian bunga ini sebagai simbol dukungan dan cinta damai,” kata Abdul Hayi selaku koordinator aksi di sela orasinya.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyatakat untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas pada bulan suci Ramadan kali ini. “Kami meminta kepada semua pihak untuk saling menyejukkan kondisi bangsa,” jelasnya.

Aksi damai ini pun ditemui langsung oleh Wakil Direktur Intelijen Keamanan (Wadir Intelkam) Polda Jatim, AKBP Iwan Surya Ananta SIK. Pihaknya mengapresiasi kepada mahasiswa di Jatim terkait aksi damai dan meminta untuk mengusut tuntas pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang.

“Alhamdulillah, sekarang sudah ada beberapa yang telah diamankan terkait aktor intelektual pembakaran. Kami akan mengusut sampai tuntas kasus ini,” tegas AKBP Iwan.

AKBP Iwan pun telah menerima surat pernyataan sikap Aliansi Mahasiswa Jatim untuk diteruskan kepada Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan. “Surat pernyataan sikap dan dukungan kepada pihak Polri ini akan kami sampaikan kepada Pak Kapolda,” terangnya.

Perlu diketahui, Kantor Polsek Tambelangan, Sampang, dibakar massa. Pembakaran terjadi pada Rabu (22/5/2019) malam, tepatnya sekitar pukul 22.00 WIB. Pembakaran berawal dari adanya sekelompok massa yang datang secara tiba-tiba ke Mapolsek Tambelangan.

Massa itu selanjutnya melempari kantor mapolsek dengan menggunakan batu. Polisi berupaya memberikan pengertian dan melarang mereka berbuat anarkis, namun tidak diindahkan. Dalam hitungan menit, jumlah massa semakin banyak dan semakin beringas, hingga akhirnya terjadi pembakaran dengan pelemparan bom molotov.

Aksi damai tersebut juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan bertindak gegabah atas segala tindakan provokatif yang beredar di kemudian hari.

“Kami juga mendorong aparat keamanan negara menangkap dalang di balik aksi kerusuhan 22 Mei di Jakarta sampai ke akarnya. Masyarakat di Jatim diharapkan tidak terprovokasi,” pungkas Hayi. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar