Politik Pemerintahan

Aliansi Mahasiswa di Bojonegoro Tolak People Power

Bojonegoro (beritajatim.com) – Aliansi organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Bojonegoro, terdiri dari Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Pergerakam Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), menggelar aksi di halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro, Senin (20/5/2019).

Ketua Umum PC. PMII Bojonegoro, Nur Hayan mengatakan, aksi dilakukan sebagai wujud nasionalisme bertepatan dengan hari kebangkitan nasional. Sebagai bentuk nasionalisme Cipayung Bojonegoro menolak adanya wacana people power yang akan digelar pada 22 Mei.

“Kami menyatakan bahwa wacana yang muncul terkait people power tidak berlandaskan kepentingan rakyat akan tetapi untuk kepentingan politik,” ujarnya.

Dalam aksi damai tersebut, mahasiswa mendukung KPU untuk melanjutkan tahapan pemilu berikutnya, yaitu tahapan pengumuman hasil Pemilu 2019. Ketua GMNI Bojonegoro Oscar Pekajangka, dalam pernyataannya menuturkan bahwa dalam aksi tersebut para mahasiswa mendukung KPU sebagai penyelenggara pemilu untuk terus melaksanakan tahapan Pemilu 2019.

Mereka juga mengecam segala bentuk tindakan dan upaya delegitimasi hasil pemilu. “Kami mengucapkan turut berbelasungkawa kepada penyelenggara pemilu yang telah gugur dan mengapresiasi sebagai Pahlawan Demokrasi,” tutur Oscar Pekajangka.

Sejumlah perwakilan mahasiswa diterima oleh Komisione KPU Bojonegoro, Divisi Umum, Keuangan dan Logistik, Supardi dan Divisi Perencanaa dan Data Kudlori. Selanjutnya mereka melakukan dialog di ruang Media Center. Kudlori menyampaikan ucapan terima kasih telah memeberikan dukungan kepada KPU. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar