Politik Pemerintahan

Alhamdulillah! Kini Warga Puhjajar Kediri Terhindar dari Limbah dan Tercukupi Air Bersih

Kediri (beritajatim.com) – Masyarakat Desa Puhjajar, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri merasakan manfaat bantuan sumur bor dari pemerintah pusat. Kini kebutuhan air bersih warga telah tercukupi. Bahkan, mereka juga terhindar dari bahaya pencemaran air limbah.

Kepala Desa Puhjajar Suko Budi Desa Puhjajar mengatakan, sebenarnya, masyarakatnya tidak kekurangan air. Namun, karena ada limbah dari industri kerupuk di desa setempat, hingga sumber mata air tercemar.

Selain limbah, tidak sedikit warga Desa Puhjajar yang memelihara hewan ternak seperti sapi kambing dan bebek. Lantaran kotoran ternak tersebut dibuang ke sungai, sehingga sungai ikut tercemar kotoran ternak.

“Alhamdulillah dengan dibangunnya sumur bor ini masyarakat menjadi sehat dan terhindar dari berbagai penyakit,” terangnya. Atas nama masyarakat, Suko Budi berterima kasih kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Kediri.

Suko menambahkan, setelah diresmikan, sumur bor tersebut dapat mencukupi kebutuhan air bersih didua dusun yaitu Dusun Puhjajar dan Dusun Santren yang jumlahnya ada 900 kepala keluarga (KK).

Saat ini kapasitas tangki untuk tandon air 5.500 liter, ke depannya desa akan membuat tangki air yang lebih tinggi dan langsung dialirkan kerumah-rumah warga.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Pusat Surve Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Dr. Ir. Eko Budi Lelono bersama Wakil Bupati Kediri Drs. H. Masykuri, MM meresmikan sumur bor di desa Puhjajar Kecamatan Papar. Peresmian tersebut disambut suka cita oleh seluruh warga desa yang sekarang dapat mempergunakan sumur tersebut untuk kebutuhan sehari-hari khususnya minum dan memasak (1/2/2019).

Sementara itu, Wakil Bupati Kediri Drs. H. Masykuri, MM menghimbau kepada warga supaya selalu menjaga sumur ini agar dapat dimanfaatkan. “Sumur bor ini sudah diserah terimakan kepada kita, jadi tolong dijaga dengan baik dan dirawat agar memiliki masa pakai yang lebih panjang. Harus dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik baiknya. kita harus menjaganya bersama-sama dengan cara meningkatkan rasa memiliki,” ungkapnya

Peresmian tersebut ditandai dengan pemotongan pita disaksikan oleh warga sekitar. Hadir juga pada acara tersebut Plt. Bupati Tulungagung Drs. Marwoto Birowo, MM. [nng/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar