Politik Pemerintahan

Ahli Penyakit Dalam: GERD Tidak Menyebabkan Kematian Mendadak

Surabaya (beritajatim.com) – Masyarakat tengah berduka. Asraf Sinclair suami dari aktris dan penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL), meninggal dunia pada Selasa dini hari kemarin.

Asraf dikabarkan meninggal karena serangan jantung, bahkan beberapa berita yang beredar meninggalnya suami BCL tersebut dikarenakan GERD. Lalu dari spekuliasi serangan jantung hingga GERD, mana yang kira kira lebih mungkin terjadi dan menjadi penyebab kematian pria 40 tahun itu?

Menurut dr. Muhammad Miftahussurur, Sp. PD, M. Kes., Ph.D., FINASIM GERD merupakan Gastroesophageal Reflux Disease yakni penyakit asam lambung dengan ciri munculnya rasa terbakar di dada akibat asam lambung naik ke kerongkongan.

Dr Miftah menjelaskan pada dasarnya jalan dari kerongkongan ke lambung adalah dengan katup satu arah atau one way. Jadi pada orang normal segala sesuatu yang masuk dari kerongkongan ke lambung tidak akan bisa keluar kembali tetapi dalam kondisi tertentu katup tersebut menjadi two way, atau produk lambung yang berupa asam dapat kembali lagi ke kerongkongan.

Kondisi ini lah yang disebut reflux dan menyebabkan rasa nyeri dan terbakar. GERD pun dipicu oleh pola hidup dan konsumsi yang tidak sehat, kurang istirahat dan stress. “Karena posisi lambung yang berada di belakang jantung, maka biasanya penderita GERD juga mengalami sakit dan nyeri dibagian dada seperti serangan jantung,” ujar dr Miftah, kepada beritajatim.com Rabu (19/2/2020).

Tetapi dr Miftah menegaskan bahwa asam lambung dari GERD memang menyebabkan korosif pada beberapa organ tertentu, tetapi tidak pada jantung. “Jantung dan lambung merupakan kompartemen yang berbeda tidak ada saluran yang terhubung secara langsung. Jadi asam lambung dari GERD tidak serta merta merusak jantung. Asam lambung kan bukan cairan magma yang sewaktu waktu bocor langsung menghancurkan organ lainnya yang tidak ada hubungannya,” terangnya.

Meskipun letak yang berdekatan tetapi jantung dan lambung tidak saling terhubung sehingga korosif asam lambung ditegaskan tidak akan merusak jantung. Namun memang menyisakan dampak sakit di bagian dada karena letaknya yang berdekatan.

“Jadi GERD bisa menyebabkan serangan jantung atau merusak jantung, tanpa serta merta ada komplikasi lain itu jelas HOAX. Juga GERD tidak bisa menyebabkan kematian mendadak,” tukas dr Miftah.

Asam lambung memang mampu menyebabkan korosif orang tubuh lainnya yakni paru karena paru dan lambung satu saluran. Katup pada lambung tersebut terhubung dengan paru, jika terjadi GERD maka dapat penyebabkan asma atau paru paru basah, pneumoni aspirasi.

“Namun, GERD membutuhkan waktu untuk menyebabkan pneumoni aspirasi, bisa dalam hitungan minggu atau bulan. Ketika GERD menyebabkan komplikasi paru memang bisa menyebabkan kematian, tapi itu butuh waktu. Tidak bisa mendadak, kalau kasus Asraf kan mendadak, jadi itu bukan komplikasi dari GERD,” terangnya.

Oleh karenanya, dr Miftah menegaskan bahwa GERD tidak serta merta dapat menyebabkan kematian mendadak. “GERD tidak menimbulkan indikasi menipu selain memang menyebabkan sakit pada dada dan itu diidentikkan dengan serangan jantung. Tapi serangan GERD tidak mungkin menyebabkan kematian mendadak,” pungkasnya. [adg/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar