Politik Pemerintahan

Adi Sutarwijono Mulai Tata Ulang PDIP Surabaya

Adi Sutarwijono Ketua DPC PDIP Surabaya 2019-2024

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono memastikan proses organisasi di partainya terus berjalan. Hal ini menjawab tudingan jika kepengurusan PDIP Surabaya jalan di tempat.

“Poses sosialisasi akan segera dilakukan. Namun, masih menunggu proses finalisasi.Proses finalisasi ini kan dari DPD,” ujarnya.

Legislator komisi A DPRD Surabaya ini menambahkan, proses finalisasi hasil Kongres kemarin adalah terus membumikan Pancasila dalam segala aspek.

Politisi mantan wartawan ini menuturkan, setelah proses finalisasi dilakukan barulah akan diteruskan kepada PAC. Awi – Sapaan Adi Sutarwijono – membantah jika kepengurusannya melakukan konsolidasi sembunyi-sembunyi atau bahkan via online (Whatsapp).”Engga kami rapat terus kok,” katanya.

Hanya saja, Awi mengakui saat ini kepengurusannya belum mendapat Sekretariat sebagai kantor. Alasannya, untuk kantor lama di Jalan Kapuas telah habis masa kontrak dan tidak mampu dilanjutkan.

“Iya kemarin itu sudah habis masa kontrak. Kami masih membentuk tim guna mencari Sekretariat yang baru,” ungkap Awi.

Untuk diketahui, permasalahan ini mencuat di tataran akar rumput. Kepengurusan DPC PDIP Surabaya disebut tidak memiliki kebijakan politik strategis yang ditransformasi ke bawah.

Hal Itu disuarakan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Surabaya. Sampai saat ini pihak Dewan Pengurus Cabang (DPC) dianggap belum melakukan transformasi hasil dari Kongres V di Sanur Bali.

“Belum ada,” kata Ketua PAC Kecamatan Genteng, H. Jupri. Ia mengatakan, sosialisasi hasil kongres menyangkut strategi politik ditingkatkan bawah begitu penting.

Pasalnya, kebijakan-kebijakan menyangkut kongres kemarin akan dilakukan ditingkatan Ranting dan Anak Ranting. Termasuk persiapan menghadapi Pilwali Surabaya 2020.

Jupri menerangkan, sesuai mekanisme partai seyogyanya DPC segera melakukan sosialisasi. Mengumpulkan seluruh PAC.”Supaya kita tidak salah melangkah. Jangan diam-diam konsolidasi sendiri,” tegas dia.

Ia merasa kritikan ini harus didengar oleh DPC. Jupri tak merasa gentar demi berjalannya roda partai.”Saya sudah ditarget sejak awal. Tidak takut, dari sebelum-sebelumnya juga sudah diintervensi. Ini DPC mekanismenya salah dalam mensosialisasikan kebijakan partai,” terangnya.

Berdasar informasi yang dihimpun, terakhir DPC mengumpulkan seluruh PAC pada 21 Juli, di Hotel Sahid Surabaya. Sebelum pelaksanaan Kongres dilakukan. Sesudahnya, tidak ada informasi lebih lanjut.

Dalam konsolidasi hanya beberapa pengurus PAC yang datang. Sebab, pemberitahuan yang disampaikan hanya melalui grup Whatsapp. Sehingga, muncul rasan-rasan di tingkat bawah adanya DPC Online.

Hal itu pundibenarkan oleh Sekretaris PAC Krembangan, Margono.”Yah itu omongannya anak-anak. Karena sampai saat ini saja tidak punya Sekretariat. Bagaimana mau bisa melakukan konsolidasi. Kalau menurut Saya DPC sekarang tidak percaya diri,” terang dia.

Margono menyatakan, kondisi tersebut dinilai salah kaprah dan tidak mengikuti mekanisme partai.”PDI Perjuangan itu partai politik, bukan kelompok arisan online,” ucap dia. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar