Politik Pemerintahan

Ada Trauma Healing dalam Simulasi Siap Tanggap Bencana di Ponorogo

Trauma healing penting dilakukan dalam penanganan bencana.(foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sinergitas antara Polri, TNI, BPBD, Dinas Sosial, PMI dan beberapa komunitas relawan terlihat dalam simulasi siap tanggap bencana yang dilakukan di Dam Sumorobangun Desa Biting Kecamatan Badegan Ponorogo.

Sebanyak 650 personel melakukan simulasi, baik di pengungsian, maupun simulasi evakuasi warga yang terdampak bencana banjir. Proses pertolongan dilakukan secara runtut hingga korban mendapatkan perawatan medis. “Simulasi kita lakukan biar tahu cara bertindak apabila terjadi bencana,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Arief Fitrianto, Selasa (14/1/2020).

Dengan begitu jika terjadi bencana, semua instansi yang terlibat sudah tahu tupoksinya. Selain itu yang terpenting terkoordinasi dengan baik untuk penanganannya. Dalam kegiatan tersebut, juga ada simulasi trauma healing bagi korban anak-anak. Itu penting dilakukan, sebab itu juga bagian dari penanganan dari suatu bencana. Karena saat terjadi bencana, kondisi psikologis pasti berpengaruh. “Kita berharap dan berdoa tidak ada bencana di Ponorogo. Namun ini wujud kesiapsiagaan kita, baik Polri, TNI dan unsur terkait untuk menanggulangi jika ada bencana,” katanya.

Kabupaten Ponorogo, kata Arief sejauh ini kondisinya kondusif, meski diperkirakan ada ancaman bencana hidrometeorologi, berupa banjir dan tanah longsor. Selain itu juga diwaspadai jika saat hujan lebat, potensi angin puting beliung dan pohon tumbang. Polri dan pihak terkait juga sudah bersosialisasi kepada masyarakat, apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana. “Kita selalu mensosialisasikan untuk masyarakat, apa yang dilakukan jika terjadi bencana,” pungkasnya.(end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar