Politik Pemerintahan

Ada 6 TPS Rawan di Wilayah Polres Mojokerto Kota

Mojokerto (beritajatim.com) – Terkait kerawanan yang akan terjadi pada Pemilu mendatang, Kapolres Kota Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono menjelaskan bahwa di wilayahnya ada enam Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dianggap rawan.

“Sebanyak 3 TPS di kota dan 3 TPS di wilayah kabupaten. Kualifikasi rawan berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) berdasarkan analisa kepolisian, Bawaslu juga punya IKP sendiri,” ungkapnya, Jumat (12/4/2019).

Masih kata Kapolresta, bentuk kerawanan yang mungkin terjadi, yaitu meliputi potensi konflik dan money politic. Tingkat kerawanan dibagi menjadi tiga klasifikasi yaitu agak rawan, rawan dan sangat rawan.

“Pola pengamanan TPS agak rawan, 1 anggota Polri mengawasi 1-6 TPS dibantu 2 anggota Linmas sebanyak 2 kali lipatnya jumlah TPS. Untuk TPS yang rawan 1 anggota Polri ditambah 2 sampai 3 anggota Linmas,” jelasnya.

Sedangkan untuk daerah yang sangat rawan, satu TPS dijaga oleh satu anggota Polri ditambah dua Linmas atau dua anggota Polri mengamankan satu TPS. Kapolresta menjelaskan, kondisi itu seperti yang diaksanakan di 3 TPS yakni di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Mojokerto.

“Kerawanan itu potensi konflik, bukan berarti dibiarkan. Tetapi Polri mengupayakan situasi kondusif baik TPS yang ada di tempat umum maupun di dalam Lapas,” tegasnya.

Sebelumnya, badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mojokerto menyatakan ada 19 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pemilihan Umum (Pemilu), 17 April mendatang rawan. Untuk itu Bawaslu mengajak stakeholder di Kota Mojokerto bersama-sama melakukan upaya pencegahan. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar