Politik Pemerintahan

Absen di Kampanye Prabowo dan Nama Tak Masuk List, Ini Kata AHY

Surabaya (beritajatim.com) – Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) buka suara terkait ketidakhadiran dirinya pada kampanye akbar dan Pidato Kebangsaan Prabowo di Dyandra Convention Center Surabaya pada Jumat (12/4/2019) kemarin.

“Saya kemarin bersama istri ke Singapura untuk menjenguk Ibu Ani Yudhoyono, yang saya juga selalu berharap bisa memberikan semangat kepada beliau. Tentu sebagai anak, saya punya kewajiban moral dan kemarin memang ada penjelasan dari dokter, mewakili keluarga saya harus hadir. Oleh karena itu saya tidak bisa menghadiri undangan pidato kebangsaan Pak Prabowo yang dilakukan di Surabaya,” kata AHY kepada wartawan saat kampanye pamungkas Partai Demokrat di DBL Arena Surabaya, Sabtu (13/4/2019).

Nama AHY juga diketahui tidak masuk dalam daftar atau list tokoh-tokoh yang akan membantu pemerintahan Prabowo-Sandiaga jika terpilih. “Lebih baik tidak berbicara dulu tentang menteri deh, karena pemilunya belum dilakukan, yang menang juga belum tahu,” tegasnya.

Selain karena belum diketahui pemenang pemilu, AHY menilai membicarakan jatah menteri itu tidak cukup elok. Pasalnya, masyarakat ingin mendengar program kerja agar lebih yakin dalam menentukan pilihannya nanti.

“Jika kita berbicara tentang menteri, saya pikir tidak terlalu elok lah, masyarakat juga ingin melihat para elit hanya berbicara atau berdiskusi secara pragmatis, bagi-bagi jatah menteri dan sebagainya. Rakyat ingin mendengar program, kebijakan apa yang dilakukan untuk mereka,” tukasnya.

Selain itu, AHY mengaku jika memang dirinya sempat ditawari untuk menjadi menteri di kabinet Prabowo-Sandiaga. “Saya tidak ingin memperpanjang polemik itu, saya di beberapa kesempatan diminta oleh Pak Prabowo,” ungkapnya.

AHY pun bersyukur jika beberapa pihak menilainya pantas untuk menjadi menteri. Namun, sekali lagi dia menegaskan akan fokus untuk memenangkan Demokrat dalam Pemilu nanti.

“Jika diharapkan oleh rakyat untuk menjadi bagian dari pemerintahan mendatang termasuk salah satunya dalam kabinet, saya mensyukuri kalau ada yang mengharapkan seperti itu. Artinya, saya dinilai memiliki kapasitas dan juga kepantasan untuk bisa berkontribusi luas kepada masyarakat dan negara. Tetapi saya lebih ingin fokus ini hari-hari terakhir sampainya ataupun menjelang tanggal 17 April ini,” pungkasnya. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar