Politik Pemerintahan

Abaikan Tuntutan Warga, Bupati Tuban Tetap Lakukan Peletakan Batu Pertama Proyek Pasar Modern

Puluhan massa dari User Pasar Besar Tuban saat melakukan aksi menolak peletakan batu pertama proyek pasar modern

Tuban (beritajatim.com) – Puluhan warga yang merupakan pemilik kios, los dan toko atau user di Pasar Besar Tuban (PBT) yang berada di jalan Letda Sucipto, Kelurahan Perbon, Kota Tuban kembali melakukan aksi unjuk rasa lantaran keberadaan PBT itu telah dihancurkan rata dengan tanah, Kamis (17/10/2019).

Aksi puluhan pemilik kios yang belum pernah menempatinya itu meminta kepada Bupati Tuban untuk menunda pelaksanaan peletakan batu pertama di lokasi PBT yang akan di bangun pasar modern itu. Namun, meski sempat menemui massa, Bupati Tuban mengabaikan tuntutan warga dengan tetap melakukan peletakan batu pertama untuk proyek pasar modern itu.

Pantauan beritajatim.com di lapangan, aksi yang dilakukan oleh puluhan orang yang berasal dari Paguyuban Pasar Besar Tuban itu dilakukan di lokasi peletakan batu pertama pembangunan kembali lahan milik Pemkab Tuban itu untuk dijadikan sebagai pasar modern. Mereka meminta Bupati Tuban untuk menunda melakukan peletakan batu pertama di proyek itu lantaran permasalahan kontraktor dengan para user PBT itu belum ada titik temu.

“Sudah 17 tahun kita di PHP, kita melakukan aksi ini adalah untuk mempertahankan hak kita. Kita sebagai user di PBT ini meminta kepada Bupati Tuban untuk menunda pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan pasar ini, karena belum ada titik temu antara kami para user dengan kontraktor,” ungkap Zuana, ketua Paguyuban PBT yang dihancurkan itu.

Zuana menjelaskan, bahwa para user telah membeli keberadaan kios yang ada di Pasar Besar Tuban itu pada tahun 2002 silam yang kemudian pasar tersebut mangkrak. Namun, tanpa memberitahu kepada user, pihak kontraktor telah menghancurkan bangunan pasar itu dengan alasan akan dibangun kembali.

Bupati Tuban Fathul Huda, saat menemui massa yang melakukan aksi di lokasi peletakan batu pertama proyek pasar modern

“Kita dulu beli dengan harga mulai Rp 5 jutaan sampai dengan Rp 40 jutaan. Kita tidak menolak, pembangunan pasar kembali di sini, tapi kami hanya meminta ini di tunda, sebelum permasalahan dengan user selesai,” tambahnya.

Sementara itu, kedatangan Bupati Tuban bersama dengan jajaran Forkopimda Tuban untuk melakukan peletakan batu pertama proyek pasar modern itu sempat kucing-kucingan dengan pendemo. Pasalnya, massa menunggu di pintu masuk bagia selatan, sedangkan rombongan Bupati Tuban masuk melalui pintu sebelah timur.

Mengetahui hal tersebut, puluhan massa langsung merangsek masuk ke area lokasi peletakan batu pertama proyek pasar modern dengan nama HAKA Tuban Style itu untuk bertemu Bupati Tuban. Akhirnya Bupati Tuban, Fathul Huda menyempatkan menemui massa sebelum melakukan kegiatan peletakan batu pertama proyek itu.

Dalam kesempatan itu, Bupati Tuban menyatakan akan menjembatani para user PBT itu dengan pihak kontraktor dengan melakukan musyawarah. Selain itu, bupati juga mengatakan bahwa pembangunan pasar modern itu perlu dilakukan dan harus berjalan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin supaya dalam pembangunan ini jangan sampai ada masyarakat yang dikorbankan. Adanya pembangunan ini adalah usaha untuk mensejahterakan semuanya. Nanti beberapa alternatif yang dibutuhkan akan kita carikan jalan sebaik-baiknya,” ungkap Fathul Huda, Bupati Tuban dihadapan massa.[mut/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar