Politik Pemerintahan

Ultah ke-47, Puti Soekarno Didoakan Anak Yatim dan Relawan

Tulungagung (beritajatim.com) – Tanggal 26 Juni momentum yang spesial bagi Puti Guntur Soekarno. Tepat tahun 1971 silam, putri tunggal pasangan Guntur Soekarno dan Henny Emilia itu dilahirkan. Hari ini Puti genap berusia 47 tahun.

Tepat hari ulang tahun Puti, para pendukung, relawan hingga para anak yatim di berbagai wilayah Jawa Timur memperingati kelahiran cucu Presiden pertama RI, Ir Soekarno, mulai menggelar syukuran doa bersama hingga menggelar mocopat.

Syukuran itu diantaranya dilakukan Relawan Sarinah dan Sedulur Marhaen (Semar) Kabupaten Kediri pada Senin (25/6) malam, dilaksanakan di kediaman Lilik Suharti, Ketua Rampak Sarinah Komunitas Seniman di Gurah dengan dihadiri 150 orang.

Acara tersebut juga dihadiri para paguyuban seniman diantaranya, Paguyuban Mocopat Panji Saputro dan juga Sangkara Gemrining dari Pare, Group Ketoprak Gajah Mada asal Jombang dan para seniman juga hadir.

Uniknya, mereka memakai pakaian adat Jawa. Syukuran yang juga memotong tumpeng itu juga ditembangkan satu bait pupuh/tembang Sinom berisi ucapan selamat ulang tahun kepada Puti Guntur Soekarno.

Bukan hanya itu, para seniman juga menembang sekitar 20 tembang lengkap semua pupuh. Sebagian ada yang nembang bersama dan saling bersahutan antar penembang lintas paguyuban maupun para tamu.

Eva Kusuma Sundari yang hadir di acara tersebut menyampaikan salam hangat Puti Guntur Soekarno kepada para relawan yang menggelar syukuran tersebut.

\”Mbak Puti menitipkan salam kepada para relawan. Beliau tidak bisa hadir pada syukuran hari ulang tahun beliau yang digelar para relawan ini,\” ucap politisi PDIP yang juga anggota DPR RI itu.

Eva menilai, sosok Puti Guntur Soekarno juga sangat dekat dengan para seniman. Sudah tentu, lanjut dia, sebagai cucu Bung Karno mengalir deras darah seniman dalam dirinya.

\”Saya sudah berkawan lama dengannya. Saya tau betul beliau (Puti) itu juga seniman yang multi talenta, mulai melukis, bernyanyi hingga menari. Keterlibatan membangkitkan seni budaya tradisional yang hampir punah di Jabar,\” ungkap dia.

Selain di Kabupaten Kediri, tasyakuran kelahiran Puti Guntur Soekarno juga digelar Relawan Ufuk Timur Blitar. Mereka menggelar syukuran di Posko Gusti di Jl Madura Blitar. Uniknya, kegiatan itu juga dihadiri anak yatim piatu.

Meski syukuran cukup sederhana dengan hidangan nasi kucing dan air mineral, namun acara tersebut begitu bersahaja dengan adanya kue cake coklat berhias lilin dan tulisan “Selamat Ultah ke-47 Th Mbak Puti”.

\”Kegiatan ini kita kemas sederhana namun sangat bermakna, tujuannya untuk syukuran ulang tahun Mbak Puti dan mendoakan Bung Karno,\” ucap Ketua Relawan Ufuk Timur Doni Widodo.

“Kita kirim Alfatihah kepada sang proklamator dan cucunya, mb Puti yang sama-sama lahir di Bulan Juni. Semoga Allah SWT memberikan barokah pada keduanya yang sama-sama mengemban tugas untuk memkmurkan bangsa ini,” tambah Ustad Rifai dari Ponpes Sirojutholibin, Bacem, Lodoyo Kabupaten Blitar. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar