Politik Pemerintahan

Ditanya Capres atau Cawapres, Jawaban AHY Mengejutkan

Surabaya (beritajatim.com) – Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) blak-blakan di depan awak media beritajatim.com terkait sikapnya maju capres atau cawapres.

AHY ketika mengunjungi kantor beritajatim.com untuk memberikan ucapan dan kue tart HUT ke-12 beritajatim.com, didampingi sejumlah politisi Demokrat Jatim maupun DPC Surabaya. Di antaranya Sekretaris DPD Partai Demokrat (PD) Jatim Renville Antonio, Ketua Muda Mudi Demokrat Jatim Bayu Airlangga, Reno Zulkarnaen, Ketua DPC PD Kota Surabaya Ratih Retnowati dan Herlina Nyoto.

\”Setiap orang punya mimpi terbaik untuk negaranya dan dirinya sendiri. Saya punya mimpi itu dan sah-sah saja ingin menjadi putra terbaik bangsa. Tidak harus dikonversi menjadi pejabat politik tertentu,\” tegasnya kepada beritajatim.com di kantor Jalan Ciliwung 65 Surabaya, Minggu (1/4/2018).

AHY mengaku akan terus berjuang. \”Saya akan melihat jauh ke depan, tidak mudah putus asa. Orang yang mengenal saya bilang mungkin hidupnya enak dan pernah menjadi anak presiden (SBY, red). Padahal, tidak selalu dialami itu serba indah. Di balik itu ada saya yang kurang tidur, kurang gaul dan tetap harus kerja keras,\” jelasnya.

AHY enggan berkomentar terlalu jauh terkait maju dirinya di pilres. \”Kita mengamini saja, kalau ada masyarakat yang ekspektasi tinggi mendoakan saya menjadi capres atau cawapres. Semua doa itu baik. Kalau itu harapan rakyat dan benar-benar genuine, saya apresiasi. Pada 4-10 Agustus akan dimulai pencapresan. Itu artinya empat bulan ke depan akan semakin ketat pembicaraan,\” paparnya.

Beberapa lembaga survei mengatakan ada nama AHY disebut sebagai figur alternatif capres.

\”Sekali lagi saya syukuri, jika ada tren positif AHY. Saya juga tidak ingin kemrungsung. Ini karena harus mengantongi tiket 20 persen untuk maju sebagai capres. Demokrat hanya punya 10 persen lebih dan butuh koalisi. Buat poros baru juga tidak mudah. Ada yang sebut jadi cawapresnya Pak Jokowi. Tergantung Pak Jokowi-nya, kalau saya ditanya begitu. Saya ingin yang terbaik. Bulan-bulan ke depan tunggu saja. Kita tunggu tanggal mainnya saja, seperti apa sikap Demokrat,\” pungkasnya. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar