Politik Pemerintahan

74 Penghuni Rutan Kehilangan Hak Pilih

Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak 74 penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Sumenep kehilangan hak suaranya dalam Pemilu 2019 karena tidak tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Penghuni rutan 312 orang. Tetapi yang tercatat di DPT hanya sebanyak 235 orang. Jadi ada 77 orang yang tidak masuk ke DPT. Tetapi dari 77 itu, ada 3 orang yang tidak bisa memilih. Dua anggota Polri dan 1 anak-anak,” kata Kepala Rutan Sumenep, Beni Hidayat, Rabu (17/04/2019).

TPS di Rutan Sumenep tercatat sebagai TPS 25, Desa Pabian. TPS ini merupakan 1 dari 4 TPS tambahan. Tiga TPS tambahan lainnya ada di Pondok Pesantren Al Amin Prenduan.

“Kami juga tidak paham, mengapa 74 warga binaan rutan tidak masuk ke DPT, padahal kami selalu ‘up date’ data penghuni rutan ke KPU, lengkap dengan NIK masing-masing penghuni,” terang Beni.

Ia menyayangkan, mengapa data yang digunakan adalah data lama. Karena up date data terakhir penghuni rutan pada 9 April 209, terdapat 314 warga binaan. “Ternyata yang muncul di DPT hanya 235 orang. Sepertinya itu data lama yang tidak diperbarui, meski kami sudah menyetorkan pembaruan data jumlah warga binaan,” paparnya.

Menurut Beni, selama empat bulan terakhir, pihaknya telah meminta petugas Dispendukcapil datang ke rutan untuk melakukan perekaman KTP elektronik bagi warga binaan.

“Kepentingannya tentu saja agar warga binaan bisa punya hak pilih. Ternyata meski sudah dilakukan perekaman, tetap saja mereka tidak tercatat di DPT dan tidak bisa menggunakan hak suaranya,” ujar Beni kecewa.

Ia menuturkan, pihaknya telah menanyakan hal tersebut ke KPU, mengapa puluhan warga binaan tidak masuk ke DPT. Namun KPU Sumenep tidak bisa berbuat banyak. “Kata anggota KPU Sumenep, mereka terimanya dari KPU RI ya seperti itu datanya,” ucap Beni. (tem/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar