Politik Pemerintahan

7 Partai di Jember Buka Pintu untuk Bupati Faida Jika Ada Keajaiban

Jember (beritajatim.com) – Kaukus Perubahan yang terdiri atas tujuh partai politik di DPRD Jember, Jawa Timur belum memiliki calon bupati dan wakil bupati kendati sudah sepakat membawa perubahan.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Jember Agusta Jaka Purwana mengatakan, belum ada pembicaraan soal sosok calon bupati dan wakil bupati. “Kita tadi tidak berbicara siapa. Kita hanya berbicara kriteria demi kebaikan Jember ke depan seperti apa,” katanya, Jumat (19/7/2019).

Tujuh partai politik bertemu dan mendeklarasikan Kaukus Perubahan, di Rumah Makan Lestari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (19/7/2019).

Tujuh partai itu adalah PKS (6 kursi di DPRD Jember), PPP (5 kursi), PAN (2 kursi), Demokrat (2 kursi), Golkar (2 kursi), Perindo (2 kursi), dan Berkarya (1 kursi). Total mereka punya 20 kursi, lebih dari syarat 10 kursi untuk mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati sendiri.

Siapapun yang sesuai kriteria, menurut Agusta, masuk dalam kaukus tersebut. Ini tak menutup wajah lama untuk bergabung. “Meski kami sudah mengeluarkan tagar #BupatiBaru, bisa jadi bukan figur baru tapi gaya kepemimpinan (baru), kalau memang ada keajaiban,” katanya.

Agusta mencontohkan Umar bin Khattab yang semula memusuhi Nabi Muhammad, akhirnya menjadi sahabat. Yang jelas, menurutnya, bupati Jember periode mendatang harus memiliki gaya kepemimpinan akomodatif dan sesuai dengan keinginan masyarakat.

“Tapi sekali lagi kita tidak bicara figur. Kita hanya bicara karakter: pemimpin yang kita inginkan seperti ini. Bisa baru atau bupati lama dengan gaya baru juga bisa. Tapi itu kalau memungkinkan. Kalau tidak memungkinkan ya wabillahi taufiq wal hidayah” kata Agusta, disambut tawa.

Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Jember Madini Farouq mengatakan, siapapun bisa maju dalam pilkada asal satu visi. “Apakah (calon bupati) petahana layak atau tidak? Tentu kami akan mendengar suara rakyat. Vox populi vox dei. Suara rakyat suara Tuhan,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar