Politik Pemerintahan

603 Anak Asuh LKSA di Kabupaten Mojokerto Terima Bantuan

Wabup Mojokerto Pungkasiadi dalam acara pembukaan pembinaan pengurus PAY/LKSA Kabupaten Mojokerto 2019. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kementerian Sosial Republik Indonesia, memberi bantuan bertujuan (Bantu) Program Rehabilitasi Sosial Anak (Progresa) 2019 kepada 603 anak dalam asuhan Lembaga Kesejahteraan Sosisal Anak (LKSA) di Kabupaten Mojokerto. Masing-masing anak menerima Rp 1 juta melalui rekening anak Bank Negara Indonesia (BNI).

Selain dari Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto juga memberi bantuan pada 46 LKSA atau PAY di Kabupaten Mojokerto, dari APBD dan PAPBD tahun 2019. Bantuan terdiri dari lima buah almari dan lima buah kasur bagi 14 LKSA/PAY serta bantuan sembako dan peralatan sekolah bagi 230 anak yatim piatu.

Bantuan-bantuan tersebut diserahkan Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Pungkasiadi dalam acara pembukaan pembinaan pengurus PAY/LKSA Kabupaten Mojokerto 2019 di salah satu hotel di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Senin (18/11/2019).

Wabup dalam arahannya mengatakan bahwa pembinaan PAY/LKSA, adalah bentuk kegiatan pemberdayaan potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) di Kabupaten Mojokerto. Wabup juga menyoroti berbagai problem sosial anak. Seperti eksploitasi, perdagangan anak, anak terjerat kasus hukum, anak dhuafa, anak dalam psikologi sosial, dan berbagai problem lainnya.

“Problem-problem tersebut butuh perhatian kita semua. Namun ada solusi yang ditawarkan, yakni perlindungan dan jaminan sosial bagi anak serta rehabilitasi sosial anak. Semua diwujudkan dalam LKSA,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin mengatakan, acara tersebut dilaksanakan sebagai pembinaan tertib administrasi, termasuk input data anak asuh menggunakan aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generatin (SIKS-NG).

“Portal ini dapat diakses oleh Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Kita ingin kebutuhan dasar bagi anak tercukupi serta terwujudnya perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi anak,” tegasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar