Politik Pemerintahan

6.111 Warga Kota Mojokerto Belum Rekam e-KTP

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 6.111 warga Kota Mojokerto belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Jumlah tersebut merupakan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Mojokerto per tanggal 30 Maret 2019.

Kabid Pelayanan, Dispendukcapil Kota Mojokerto, Hasta Priyangga mengatakan, perekaman e-KTP hingga saat ini mencapai 98 persen atau sebanyak 99.660 orang. “Ini merupakan data anomali,” ungkapnya, Jumat (4/4/2019).

Masih kata Hasta, dari data tersebut dimungkinkan ada warga yang meninggal namun belum mengurus surat kematian, tidak berdomisili di Kota Mojokerto atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda. Dispendukcapil akan melakukan penghapusan pada Senin (8/4/2019) pekan.

“Ada sebanyak 113 yang akan dilakukan penghapusan. Untuk warga wajib KTP ada sebanyak 105.793 orang, sebanyak 99.660 orang sudah melakukan rekam e-KTP. Sementara yang belum melakukan perekaman e-KTP sebanyak 6.111 orang,” katanya.

Meski pemerintah menetapkan tanggal 17 April mendatang libur nasional karena adanya Pemilihan Umum (Pemilu), namun pelayanan di Dispendukcapil Kota Mojokerto akan tetap buka. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada e-KTP milik warga yang ditolak.

“Tanggal 17 April tetap buka pelayanan untuk antisipasi warga yang KTP nya tertolak oleh KPPS karena perubahan, hilang atau rusak sehingga bisa langsung mencetak di Dispendukcapil. Kota Mojokerto hingga saat ini, semua warga sudah tercetak e-KTP yang sudah melakukan perekaman sehingga suket sudah tidak ada,” jelasnya.

Surat keterangan (suket) pengganti KTP yang dikeluarkan Dispendukcapil Kota Mojokerto sebelumnya sudah tercetak. Sehingga suket sudah tidak lagi dikeluarkan Kota Mojokerto karena kemampuan Dispendukcapil untuk mencetak e-KTP maksimal 1×24 jam. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar