Politik Pemerintahan

53 Pejabat Banyuwangi Dimutasi, Beberapa Pos Dobel Jabatan

Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melakukan rotasi jabatan di jajaran lingkungan Pemkab Banyuwangi, Jumat sore (25/1/2019). Sebanyak 53 orang mengalami pergeseran jabatan pada awal tahun 2019 ini.

Tiga pejabat eselon 2 mendapat mutasi kali ini. Iskandar Azis yang sebelumnya menempati posisi Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Banyuwangi kini berpindah tugas sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

Tugas Iskandar digantikan Suyanto Waspo Tondo Wicaksono. Pria yang karib disapa Yayan tersebut sebelumnya menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Selain Iskandar dan Yayan, pergeseran jabatan juga terjadi di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang (PU-CKPR).

Mujiono yang sebelumnya menduduki jabatan kepala dinas akan bertugas sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Banyuwangi.

Posisi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan dr. Taufik Hidayat juga berpindah. Dia akan bertugas menjadi Direktur RSUD Genteng. Sedangkan mantan Direktur RSUD Genteng Indah Sri Lestari dipindahtugaskan sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes).

Mutasi besar-besaran terjadi di dua instansi yang menangani pendapatan dan pengelolaan aset daerah. Sembilan posisi di jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) ditempati pejabat baru, termasuk Sekretaris Bapenda yang kini diisi Luluk Khomsiyah. Selain itu, pergeseran tugas juga terjadi pada tujuh jabatan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, selain dalam rangka penyegaran, mutasi kali ini dilakukan dalam rangka penguatan di sektor pelayanan publik, pendidikan, dan pendapatan.

“Beberapa sektor mulai diisi anak-anak muda. Harapan kami ke depan sektor pelayanan publik koordinasinya ke depan semakin bagus. Juga peningkatan kualitas di sektor pendidikan dan pendapatan daerah,” ujarnya.

Selain itu, mutasi juga dilakukan menyusul adanya struktur baru di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Salah satu bagian di Setda Banyuwangi, yakni Bagian Pembangunan, kini berganti nama menjadi Bagian Pengadaan Barang dan Jasa. Pos jabatan baru itu dipercayakan kepada Partana.

Anas menambahkan, pada mutasi kali ini pihaknya memberikan tugas double pada Yayan. Selain menjabat Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Yayan juga ditugaskan sebagai Plt Kepala Bappeda.

“Karena pekerjaan di asisten pembangunan dan kesra banyak yang berkaitan dengan Bappeda, sehingga bisa lebih cepat. Di tengah keterbatasan SDM, kita lipat yang memang fungsi dan tugasnya berimpitan. Misalnya koordinasi tentang kemiskinan, langsung Bappeda dan Asossek karena merupakan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinsn (TKPK),” jelasnya.

Begitu juga dengan Mujiono. Selain menjabat Asisten Administrasi Umum, dia juga ditugaskan sebagai Plt. Kepala Dinas PU-CKPR. “Ini dalam rangka kaderisasi. Supaya ke depan sistem pelaporan dan pertanggungjawabannya semakin bagus,” kata dia.

Kaderisasi, kata Anas, juga dilakukan di jajaran RSUD Blambangan. Posisi Direktur RSUD Blambangan yang ditinggalkan Taufik kini ditempati Plt.

“Pak dokter Taufik ini sudah lama menjabat Direktur RSUD Blambangan, namun karena ada prestasi yang diraih, kita pertimbangkan untuk ditempatkan di RSUD Genteng,” pungkasnya. (rin/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar