Politik Pemerintahan

50 Persen SMP di Ponorogo Numpang UNBK di SMA atau SMK

Ponorogo (beritajatim.com) – Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni meninjau hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP atau MTs, di beberapa SMP di Ponorogo. Salah satunya di SMPN 2 Ponorogo. Dia berkeliling menengok ruang-ruang kelas yang dijadikan tempat untuk ujian.

”Alhamdulillah, hari pertama UNBK SMP ini semua berjalan lancar, mudah-mudahan sampai selesai lancar,” katanya, Senin (22/4/2019).

Ipong mengungkapkan bahwa di Ponorogo, baru 50 persen SMP yang melaksanakan UNBK secara mandiri. Namun meskipun mandiri, kata Ipong juga belum 100 persen. Dia ambil contoh SMPN 2 Ponorogo yang dikunjunginya. Jumlah siswa yang mengikuti ujian ada 317 siswa. Sedangkan komputer yang ada hanya 115 unit. Maka ujian yang dilakukan oleh SMPN 2 Ponorogo dibagi menjadi 3 ship. Dan untuk 50 persen SMP lainnya melakukan UNBK-nya menumpang di SMA atau SMK terdekat.

”Ini PR kita, semoga tahun depan ujian tidak menumpang dan juga tidak ship-shipan. Jadi ujiannya nanti bisa diadakan serentak,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Tutut Erliena menyebut gelaran UNBK beberapa SMP yang masih menumpang di sekolah SMA atau SMK juga terjadi di kota-kota lain di Indonesia. Karena sarana dan prasarana di SMP untuk melaksanakan UNBK memang belum memadai.

”Makanya ujian SMA atau SMK didahulukan. Kemudian ujian SMP bisa menumpang di sekolah terdekat,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar