Politik Pemerintahan

50 Baliho Terpasang, Kata Pamitan Pakde Karwo-Gus Ipul Menyentuh Hati

Surabaya (beritajatim.com) – Kurang sebulan lagi Gubernur Jatim Soekarwo dan Wagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengakhiri masa jabatannya memimpin provinsi paling timur di Pulau Jawa ini.

Duet KarSa yang telah memimpin Jatim selama dua periode atau 10 tahun ini akan berakhir tepat pada 12 Februari 2019. Kemudian, Jatim akan dipimpin duet Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak hingga 12 Februari 2024, hasil Pilgub Jatim 2018 lalu.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim, Aries Agung Paewai kepada beritajatim.com, Sabtu (12/1/2019) mengatakan, ada sebanyak 50 baliho Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim terpasang di seluruh Jawa Timur. Baliho itu mewakili ucapan terimakasih dan mohon maaf serta pamitan duet KarSa ini kepada seluruh masyarakat Jatim dan pemerintah kabupaten/kota.

“Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur sudah pamitan. Baliho sudah dipasang di semua kabupaten/kota. Baliho dipasang di 38 kabupaten/kota, semua terpasang di alun-alun kota dan ada juga di perbatasan kabupaten/kota. Total ada sekitar 50 baliho,” katanya.

Sebelumnya, Pakde Karwo bersama dengan istrinya, Nina Soekarwo telah melakukan silaturahmi dengan seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Jatim mulai dari pejabat, staf, hingga Pegawai Tidak Tetap (PTT) pada Rabu (9/1/2018) lalu.

Dalam silaturahmi penuh kehangatan tersebut, Pakde Karwo berterimakasih dan memohon maaf kepada seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jatim, apabila selama 10 tahun memimpin ada sikap dan cara yang kurang berkenan. Menurutnya, semua itu dilakukannya untuk mendorong Provinsi Jawa Timur menjadi lebih baik lagi.

“Saya bersama keluarga mohon maaf apabila ada sikap dan cara yang kurang berkenan. Manungso kan kanggone khilaf (manusia adalah tempatnya salah),” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Tidak lupa Pakde Karwo berpesan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jatim untuk meningkatkan kolaborasi guna mencapai kemajuan bersama-sama. Menurutnya kolaborasi ini mampu menjadi kekuatan besar bila dilakukan untuk mencari persamaan, bukan sebaliknya.

“Mari kita berkerja secara kolaboratif, bergandengan tangan, menyisihkan perbedaan dan mencari kesamaan untuk perubahan yang lebih baik ke depan. Ini yang kemudian menjadi pekerjaan batin yang luar biasa,” ujarnya.

Selain berkolaborasi, Pakde Karwo juga berpesan kepada seluruh ASN untuk terus berinovasi. Apalagi dalam era digital saat ini, inovasi harus terus dilakukan.

Tidak hanya itu, Pakde Karwo juga mengingatkan pentingnya membangun teamwork dan terus belajar. Apalagi, perubahan atau dinamika saat ini begitu cepat, sehingga ASN dituntut untuk terus belajar dan mengetahui perkembangan zaman. “Pintar boleh, tapi yang harus diingat adalah harus punya etika,” pesannya.

Pakde Karwo juga berterimakasih kepada istrinya yang selama ini dengan sabar dan ikhlas memberikan pendekatan dengan hati dan perasaan yang lembut. “Terkadang saya terlalu rasional karena dilahirkan untuk memilih keputusan yang keras. Saya bersyukur Tuhan memberikan istri yang perasaannya lebih lembut pada pikiran-pikiran keras tadi. Sering sebelum tidur, istri saya menyampaikan untuk jangan berpikir seperti itu, coba istighfar, ambil wudhu dan sembahyang malam,” tuturnya.

Pakde Karwo juga menyampaikan rasa syukurnya menjadi gubernur di daerah dan waktu yang tepat. Di mana Jatim merupakan provinsi yang dinamikanya luar bisa. “Menariknya, justru perbaikan itu bukan dimulai dari lingkungan yang nyaman, melainkan dari susasana yang penuh tantangan dan krisis,” jelasnya.

“Jatim itu tidak suka budaya konflik yang hanya membuat lelah tidak berkesudahan. Saya 10 tahun bersama Pak Wagub Gus Ipul berjuang dari bawah. Untuk itu, sekali lagi kami mohon maaf. Ibaratnya, lebih baik kasarnya janggut, daripada lunyu-nya lumut. Lumut itu meleseti, janggut itu kasar tapi ngangeni,” pesannya.

Pakde Karwo berharap gubernur selanjutnya dapat terus meningkatkan pembangunan inklusif di bidang kemiskinan, sehingga mampu mengurangi angka disparitas. Juga, mampu terus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan mengurangi pengangguran. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar