Politik Pemerintahan

TKN: PKH Jurus Jitu Jokowi Berantas Kemiskinan

Surabaya (beritajatim.com) – Program Keluarga Harapan (PKH) dinilai sebagai salah satu jurus jitu Jokowi untuk menurunkan angka kemiskinan menjadi 9,66 persen, dengan merujuk data BPS September 2018.

“Angka 9,66 persen ini secara akumulatif jumlah penduduk miskinnya itu dari 27 juta jiwa menjadi sekitar 25 juta jiwa. Artinya, jumlah penduduknya bertambah, tapi secara akumulatif mengalami penurunan jumlah masyarakat miskin,” kata anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Budiman Sudjatmiko.

Menurut Budiman, banyak program yang telah digulirkan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan, seperti penyediaan lapangan pekerjaan untuk mengurangi angka pengangguran, termasuk conditional cash transfer seperti PKH.

PKH, kata Budiman, merupakan program yang dianggap berhasil dan diakui oleh banyak pihak, termasuk Bank Dunia. “Program conditional cash transfer Indonesia itu termasuk yang mendapat penghargaan dari Bank Dunia sebagai upaya mengatasi kemiskinan yang sangat signifikan,” ujarnya.

Dalam PKH, Budiman menjelaskan, terdapat skenario ganda untuk membantu keluarga miskin sekaligus memaksa anak-anak mereka tetap sekolah, sehingga indikator indeks pembangunan manusianya juga meningkat. “Kemudian pelayanan kesehatan, bagaimana mengatasi stunting dan sebagainya, sehingga dari sisi pelayanan kesehatan juga naik. Sehingga, mau tidak mau PKH ini juga salah satu pendorong,” jelas dia.

Budiman menyebutkan sejumlah data program ekonomi Jokowi yang dianggap erat kaitannya dengan pemerataan dan belanja sosial untuk mengurangi kesenjangan ekonomi.

“Program ekonomi Pak Jokowi ini berpihak pada masyarakat, sehingga kemiskinan bisa diatasi. Pertumbuhan pada kisaran 5 persen itu diikuti dengan pemerataan. Affirmative action, keberpihakan itu ditegaskan dalam bentuk belanja sosial yang sangat signifikan. Bagaimana mengangkat derajat masyarakat bawah itu tetap bisa melakukan aktivitas kehidupan mereka sehari-hari dengan kehadiran negara,” paparnya.

Menurut Budiman, inilah keberpihakan Jokowi kepada wong cilik. Pemerintah bergerak mengatasi kemiskinan, kesenjangan sosial dan terus membangun pemerataan. Pertumbuhan ekonomi 5,17 persen itu, kata dia, dalam rangka pemerataan terhadap seluruh masyarakat. “Walaupun pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pembangunan akses, koneksivitas, dan meningkatkan kualitas infrastruktur, tapi belanja sosial tetap dilakukan,” pungkasnya. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar