Politik Pemerintahan

3 Birokrat Pemkot di Bursa Pilwali Surabaya, Siapa Berpeluang?

Surabaya (beritajatim.com) – Pilwali Surabaya baru akan digelar di Tahun 2020. Meskipun demikian, bursa calon suksesor Wali Kota Tri Rismaharini terus memanas. Termasuk juga di kalangan birokrat Pemkot.

Dari catatan beritajatim.com, hingga hari Rabu (21/8/2019), ada tiga nama birokrat Pemkot Surabaya di bursa Pilwali. Ketiganya adalah Kepala Bappeko Eri Cahyadi, Sekkota Hendro Gunawan, dan Kadisnaker Dwi Purnomo. Dari ketiga nama itu, siapa yang paling berpeluang?

1. Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi

Eri Cahyadi

Peluang Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi untuk mengantongi tiket PDIP di Pilwali Surabaya kini disebut terbuka lebar. Hal itu diungkapkan oleh pengamat politik asal UNAIR, Suko Widodo.

“Dengan keberadaan Bu Risma di kepengurusan DPP PDIP, tentu saja ini semakin membuka peluang Pak Eri untuk bisa dapat tiket PDIP. Jadi ini memang bisa disebut momentum untuknya,” ujar Suko, Minggu (18/8/2019).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa SW ini pun mengungkapkan jika sosok Eri Cahyadi memang sangat layak untuk berkontestasi di Pilwali Surabaya 2020. Modal yang dimiliki birokrat berkarir moncer ini dianggap sudah cukup.

“Modal personal Beliau sudah oke. Kinerjanya bagus. Modal sosial pun mulai digarap dan berdampak positif juga. Dengan posisi Bu Risma saat ini pun bisa dibilang modal partai politik juga telah diamankan,” beber Suko.

Analisa Suko Widodo ini secara tidak langsung memperkuat pernyataan Ketua DPRD Surabaya Armuji beberapa waktu lalu. Armuji mengungkapkan jika saat ini ada dua nama baru yang tengah diperbincangkan serius di DPP PDIP untuk diberikan rekom di Pilwali Surabaya.

”Sudah ada beberapa nama lama. Tapi, yang baru ada dua. Awak dewe karo Eri,” katanya pada saat itu.

2. Sekkota Surabaya, Hendro Gunawan

Hendro Gunawan

Pakar komunikasi politik asal UNAIR Suko Widodo menyebut jika sosok Hendro Gunawan telah memiliki kapabilitas yang sangat teruji. Relasi sosial dengan masyarakat pun telah terjalin.

Lebih lanjut, Hendro pun disebut sudah memiliki modal kuat untuk berkontestasi di Pilwali Surabaya. “Hendro ini sudah teruji kapabilitas selama menjadi Sekkota. Sering bersentuhan dengan masyarakat pula. Maka saya melihat modal sosial dan personalnya sudah oke,” papar Suko.

3. Kadisnaker Surabaya, Dwi Purnomo

Dwi Purnomo

Sudah lama menjabat sebagai Kadisnaker, Dwi Purnomo mendapatkan dukungan dari kalangan buruh dan pekerja. Ia dianggap berhasil dalam melaksanakan tugasnya.

Kamis (18/7/2019), Koordinator SP SB Kota Surabaya Dendy Prayitno mengungkapkan jika kalangan buruh dan pekerja telah memberikan dukungannya kepada Dwi Purnomo. Hal itu didasari beberapa alasan.

“Beliau adalah birokrat yang sangat berpengalaman. Pernah menjadi Camat terbaik se-Surabaya juga. Kepala Dinas Tenaga Kerja yang paling lama juga di Surabaya,” ujar Dendy.

Prestasi Dwi Purnomo yang akrab disapa Pak Dhe oleh kalangan buruh dan pekerja itu, menurut Dendy juga sangat luar biasa selama menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja. “Di Surabaya itu hubungan antara pekerja dan pengusaha itu sangat harmonis. Ramah pula terhadap investor. Itu salah satunya keberhasilan Pak Dwi,” tegasnya. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar