Politik Pemerintahan

3.000 Lebih Jamaah Fatayat NU Mantapkan Kemenangan Fandi Utomo PKB

Surabaya (beritajatim.com) – 3.000-an lebih Fatayat NU se-Kota Surabaya memenuhi kawasan Kenjeran, Jumat (29/3/2019). Ruangan berkapasitas 1.500-an orang pun tak mampu menampung massa yang ada dan mengakibatkan mereka meluber hingga ke halaman luar.

Ribuan massa ini merupakan para pendukung dan relawan dari Caleg DPR RI asal PKB untuk Dapil Jatim 1 Surabaya-Sidoarjo dengan nomor urut 3, Ir. Fandi Utomo. Mereka memenuhi kawasan kenjeran untuk semakin memantapkan kemenangan Fandi Utomo dan membawanya kembali ke Senayan.

Hasmia, salah satu Fatayat NU Kota Surabaya, mengungkapkan jika dukungan yang diberikan kepada Fandi Utomo ini dikarenakan beberapa faktor. Salah satunya adalah rekam jejaknya yang sudah teruji.

“Pertama, kami sudah mengenal lama sosok Pak Fandi Utomo ini. Jadi tak ragu untuk rekam jejak Beliau. Sudah lama berinteraksi langsung dengan kami. Kedua, Pak Fandi Utomo sekarang bergabung dengan PKB. Partai yang rumahnya NU satu-satunya,” kata Hasmia.

“Untuk itu, kami siap mendoakan dan mendukung untuk bisa memenangkan Fandi Utomo dan PKB di Kota Surabaya ini. Pokok e Pak Fandi Utomo,” tambahnya.

Di sisi lain, pada kesempatan kali ini, Fandi Utomo mengajak segenap jamaah NU di Surabaya untuk mengedepankan semangat pembangunan dan pengembangan serta penguatan Sumber Daya Manusia. Khususnya, bagi kalangan Nahdliyin.

“Indonesia ini akan menghadapi 2 fenomena di tahun 2020. Pertama adalah bonus demografi, kedua adalah revolusi industri 4.0 yang membawa komersialisasi produk baru. Kedua hal itu membawa pergeseran dalam paradigma di dunia kerja. Oleh karena itu perlu adanya re-orientasi bagi para pencari kerja, baik yang pekerja baru maupun yang terkena PHK. Di masa Revolusi Industri 4.0, ada lapangan pekerjaan yang hilang dan ada pula yang baru,” jelas Fandi Utomo.

Untuk itu, mantan Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI ini berharap segenap elemen pemuda dan usia produktif segera mempersiapkan serta membekali diri. Khususnya bagi kalangan Nahdliyin.

“Bonus demografi ini kan menjadikan usia bekerja menjadi lebih banyak daripada usia tertanggung. Maka dari itu, persaingan di dunia kerja menjadi lebih ketat lagi,” tegas Fandi Utomo.

“Untuk mempersiapkan bonus demografi yang akan segera dihadapi oleh Indonesia. Para pemuda harus membekali diri dengan pelatihan agar bisa menghadapi era persaingan yang semakin ketat. Pelatihan-pelatihan itu tentunya bisa meningkatkan daya saing mereka,” tambah mantan dosen ITS ini.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar