Politik Pemerintahan

Hasil Survei PUSAD UMS

29 Persen Warga Jatim Tak Percaya Penyelenggara Pemilu

Surabaya (beritajatim.com) – Selain diksi provokatif yang berpotensi konflik, Pusat Studi Anti-Korupsi dan Demokrasi (PUSAD) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) juga mendapatkan temuan lain dalam mengurai praktik politik kotor dalam Pemilu 2019 yang dihadirkan dalam bentuk seminar pada Senin (8/4/2019) di Co Milenial Lantai 4 Gedung A UMS.

Temuan PUSAD tersebut antara lain adanya ketidakpercayaan masyarakat Jawa Timur terhadap penyelenggara Pemilu. Sebanyak 29 persen dari 1067 responden survei yang dilakukan PUSAD pada 5-20 Maret 2019 di 38 Kabupaten/kota di Jawa Timur, menyatakan tidak percaya dengan penyelenggara pemilu.

“Tiga faktor terbesar ketidakpercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu yakni dugaan ketidaknetralan penyelenggara, tindakan penggelembungan suara dan anggapan berafiliasi dengan partai,” terang Satria Unggul W.P, Direktur PUSAD UMS.

Satria menambahkan bahwa mayoritas responden yang tidak percaya terhadap penyelegara Pemilu berusia 30-39 tahun dengan prosentase 16,3 persen. Disusul oleh usia lanjut atau diatas 50 tahun sebanyak 13,82 persen.

Sedangkan untuk kalangan ormas yang tidak percaya pada penyelenggara pemilu, Muhammadiyah dan yang di bawah naungan Muhammadiyah menjadi ormas paling tinggi tingkat ketidakpercayaannya, yakni sebanyak 26,6 persen. Kemudian disusul dengan ormas Islam lainnya sebanyak 25 persen.

Menariknya ormas Nahdlatul Ulama (NU) memiliki selisih prosentase yang cukup tajam dengan Muhammadiyah. Yakni dengan prosentase 9,84 persen. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar