Politik Pemerintahan

20 Pengungsi Syiah Diperkirakan Mencoblos di Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang ibarat bom waktu yang bisa memicu konflik dan berpengaruh terhadap kondisifitas wilayah. Sebab, berdasarkan data yang di sampaikan oleh perwakilan Ormas Islam yakni Lakpesdam PCNU Sampang, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang dihadiri oleh perwakilan dari Kodim 0828, Kepolisian, Kejaksaan, Dispendukcapil, KPUD, Bawaslu, Pemantau Independen dan beberapa perwakilan organisasi, menyampaikan bahwa ada 20 orang warga Syiah yang saat ini mengungsi di Jemundo, Sidoarjo, akan pulang kampung untuk mencoblos dan menyalurkan hak politiknya untuk memilih Calon Presiden dan Wakil Presiden, DPD-RI, DPR-RI, DPRD 1 serta DPRD 2.

“Sesuai data yang kami terima, ada enam orang warga Syiah yang masuk di DPT desa asalnya, kemudian ada 14 pemilih pemula yang konon akan pulang ke Sampang untuk mencoblos, ini sangat rawan dan bisa memicu konfik,” kata Faisol Ramdani, ketua Lakpesdam PCNU Sampang, dalam acara FGD, Rabu (10/4/2019).

Lebih lanjut Faisol menjelaskan, selain 20 orang Syiah yang masuk di DPT di Desa Karang Gayam dan Desa Bluuran, sebanyak 218 warga Syiah yang saat ini masih mengungsi di rumah susun Jemundo, Sidoarjo, hilang hak politiknya untuk memilih surat suara parlemen di tingkat DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. “Satu saja warga Syiah akan pulang ke Sampang ini rawan apalagi sampai 20 orang,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Syamsul Muarif ketua KPUD Sampang menyampaikan tidak pernah menutupi masalah DPT karena dinamika permasalahan mulai dari tahun sebelumnya menjadi pelajaran sangat berarti. “Masalah DPT menjadi kesalahan kita bersama. tapi itu menjadi ihktiar kita untuk terus melakukan perbaikan. Dari awal kita menyusun DPT berbasis pada alamat yang tertera pada KTP. Tetapi setelah kita lakukan pemutahiran warga yang ada di pengungsian pindah pilih,” jelasnya.

Syamsul menambahkan, KPU harus melayani mereka-mereka yang pindah pilih atau berdasarkan keinginan pemilih sendiri. “Bahkan kita sebenarnya sudah menyiapkan TPS pada prinsipya mau memilih di mana saja kita akan layani,” tandasnya.[sar/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar