Politik Pemerintahan

2 Kades di Ponorogo Dipanggil Bawaslu, Ada Apa?

Ponorogo (beritajatim.com) – Bawaslu memanggil 2 kepala desa (kades) di Ponorogo. Pemanggilan itu tak lepas dari merebaknya informasi keterlibatan mereka di kampanye akbar yang diadakan di Magetan beberapa waktu yang lalu. Bawaslu menemukan berbagai informasi itu dari media sosial (medsos). Dengan temuan itu, 2 kades dipanggil untuk diklarifikasi.

”Temuan ini berawal dari media sosial, dimana banyak beredar mengenai informasi keterlibatan mereka dalam kampanye,” kata Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Marji, saat dikonfirmasi pada Kamis (11/4/2019).

Kedua kades tersebut di antaranya Toni Rohmadi, Kades Jenangan, dan Rudi Sugiarto, Kades Tatung, Balong. Keduanya diklarifikasi secara terpisah.

‘’Setelah ini kami kembangkan, kaji, dan plenokan terlebih dahulu,’’ ungkapnya.

Marji mengungkapkan Toni dan Rudi sama-sama dicecar 30 pertanyaan. Marji ingin memastikan, apakah aktifitas mereka dalam kampanye tersebut termasuk pelanggaran kampanye atau tidak.

”Mengacu pada UU 7/2017 tentang Pemilu. Kades dan perangkat desa wajib netral,” katanya.

Marji mengaku pihaknya masih belum dapat menyimpulkan, apakah memenuhi unsur pelanggaran-pelanggaran dalam UU Pemilu atau tidak. Kalau terbukti, Marji menyebut sanksinya bisa dipidana

”Nantinya disentra penegakan hukum terpadu diputuskan tentang sanksinya ” pungkasnya.

Sementara itu setelah keluar dari kantor Bawaslu, baik Toni maupun Rudi enggan berbicara kepada awak media saat ingin klarifikasi. Mereka beralasan masih ada acara lain dan langsung bergegas. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar