Politik Pemerintahan

19 Petugas Penyelenggara Pemilu di Ngawi Tumbang

Ngawi (Beritajatim.com) – Sedikitnya ada 19 orang petugas penyelenggara pemilu di Kabupaten Ngawi mengalami sakit bahkan ada yang meninggal. Sampai saat ini masih ada yang dirawat di rumah sakit.

“Sampai saat data kami ada 19 orang ditambah satu lagi laporan ada yang keguguran di Jogorogo,” kata Ketua KPU Ngawi Syamsul Wathoni, Jumat (26/4/2019).

Jika dirinci, jumlah penyelenggara pemilu mulai dari unsur kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), panitia pemungutan suara (PPS) hingga kesekretariatan dan perlindungan masyarakat (linmas) yang sakit sebanyak 17 orang.

Sisanya, dua orang mengalami keguguran dan seorang lagi meninggal dunia. “Kebanyakan yang sakit itu karena waktu tugas kecapekan dan kurang istirahat,” katanya.

Toni mengungkapkan, pihaknya sedang berupaya untuk berkoordinasi dengan pihak BPJS untuk pengurusan klaim asuransinya. Sebab, semua penyelenggara pemilu sudah diasuransikan melalui BPJS. Kecuali untuk petugas KPPS, karena sampai saat ini belum ada asuransi untuk mereka. “Kami akan upayakan penggalangan dana untuk meringankan beban mereka yang sakit,” katanya.

Toni juga berencana untuk mengadukan permasalahan ini ke KPU Provinsi maupun KPU Pusat guna mencari penyelesaiannya. Dia ingin ada perhatian dari pemerintah dengan pemberian santunan kepada sejumlah penyelenggara yang tertimpa musibah.

Apalagi, Presiden Joko Widodo juga sudah menganggap mereka sebagai pejuang demokrasi. “Kami juga akan komunikasi dengan pemerintah daerah untuk langkah bersama membantu penyelenggara yang sakit itu,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar