Politik Pemerintahan

18 Tahun Berdiri, Graha Krida Praja Harus Dilakukan Uji Kelayakan

Gedung Graha Krida Praja belun pernah tersentuh uji kelayakan.(foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Gedung Graha Krida Praja berdiri sejak tahun 2002. Hingga kini, gedung yang berada di komplek perkantoran Pemkab tersebut belum tersentuh building assessment atau uji kelayakan gedung. Padahal belakangan gedung 8 lantai yang berusia 18 tahun tersebut, ada laporan bahwa lantai 2 terada bergetar ketika ada orang sedang berjala disitu.

“Selama ini memang belum kami lakukan assesment untuk gedung Graha Krida Praja,” kata Kabid Penataan Ruang Dinas pekerjaan umum perumahan dan kawasan permukiman (DPUPKP) Ponorogo Juli Wibowo, Senin (17/2/2020).

Juli menyebut laporan yang diterima mengenai keadaan gedung yang bergetar saat berjalan, sulit untuk dibuktikan. Jika itu mengenai struktur gedung, bahaya. Namun kalau tentang partisipasinya, memang tidak terlalu mendesak, tapi harus segera ditangani. Dia menyebut jika uji kelayakan merupakan hal yang tidak mudah dipisahkan dari pemeliharaan sebuah bangunan. “Apalagi gedung itu digunakan setiap hari,” katanya.

Untuk melihat kondisi gedung, memang harus dilakukan uji kelayakan. Sebab gedung Graha Krida Praja ini setiap hari ada aktifitas. Selain itu penggunaan gedung di tiap lantai pun pasti berbeda. Mana yang kekuatan strukturnya sudah melemah, mana yang masih kuat. “Namanya gedung setiap hari pasti mengalami kekurangan kekuatan. Pemeliharaan harus dilakukan setiap tahun, meski hanya dicat saja,” katanya.

Jadi, kata Juli uji kelayakan terhadap gedung Graha Krida harus segera dilakukan. Untuk mengetahui bagian gedung mana yang oerlu dilakukan perbaikan. Pihaknya hanya perlu mendatangkan konsultan untuk menguji gedung tersebut.Dia menyebut jika biaya uji kelayakan juga tidak terlalu mahal. “Yang terpenting, setelah dilakukan uji kelayakan itu, ada penangan susuai anjuran dari konsultan,” pungkasnya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar